detikHot

book

Buku Kontroversi soal Donald Trump Ludes 1 Juta Eksemplar dalam 7 Hari

Jumat, 17 Jul 2020 09:22 WIB Tia Agnes - detikHot
President Donald Trump speaks at Mount Rushmore National Memorial, Friday, July 3, 2020, near Keystone, S.D. (AP Photo/Alex Brandon) Buku soal Donald Trump terlaris di AS Foto: AP Photo/Alex Brandon
Jakarta -

Sosok Donald Trump kerap menuai kontroversi di dunia. Orang nomor satu di Amerika Serikat itu disebut sebagian publik narsistik dan rasialisme terhadap kaum minoritas.

Di tengah kabar pencalonan diri kembali Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat, keponakan Donald Trump, Mary Trump, merilis buku biografi. Ia menulis tentang kehidupan pamannya dari sudut pandang orang terdekat.

Baru saja dirilis awal pekan ini, memoar Mary L Trump sudah ludes terjual mencapai 1 juta eksemplar. Angka yang fantastis untuk sebuah buku memoar.

Penerbit Simon & Schuster mengumumkan memoar berjudul Too Much and Never Enough itu mencapai rekor saat pandemi COVID-19.

"Sampai saat ini sudah terjual 950.000 salinan cetak, digital, dan buku audio sejak awal penjualan pekan ini," tulis keterangan Simon & Schuster, dilansir dari berbagai sumber, Jumat (17/7/2020).

Keponakan Donald Trump itu menyebutkan sifat pamannya yang narsistik dan pembohong terpengaruh dari ayahnya yang sangat dominan, kasar, dan sosiopat.

Buku Memoar Keponakan Donald TrumpBuku Memoar yang Ditulis Keponakan Donald Trump Ludes Terjual 1 Juta Kopi Foto: Istimewa

Buku setebal 240 halaman itu mengatakan, Trump adalah hasil didikan dari ayahnya, Fred Trump, yang sosiopat. Fred dianggap telah menciptakan kehidupan rumah yang kasar dan traumatis.

Sejak pengumuman awal penerbitan memoar tersebut, masyarakat dan pendukung Donald Trump mengecamnya. Mereka tak setuju buku kontroversial itu diterbitkan.

Bahkan seorang hakim di New York memblokir penerbitan buku Mary Trump atas permintaan dari saudara kandung presiden, Robert Trump. Putusan itu membuat pihak Mary Trump mengajukan banding.

"Buku ini, yang membahas berbagai masalah yang menjadi perhatian publik soal presiden petahana dalam tahun pemilu, tidak boleh dilarang bahkan untuk satu hari," ucap pengacara Mary Trump, Ted Boutrous.

Selain menjadi buku terpopuler, memoar Too Much and Never Enough masuk peringat keempat buku terlaris versi Amazon.

Buku-buku yang kontra terhadap sosok Trump selalu menjadi terlaris di AS. Seperti buku yang ditulis mantan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton The Room Where It Happened juga terjual lebih dari 800.000 kopi di minggu pertama penerbitan yang rilis pada Juni 2020.




Simak Video "Donald Trump Resmi Larang TikTok di AS, Ini Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com