DetikHot

book

14 Judul Buku Indonesia Terjual di London Book Fair 2018

Senin, 16 Apr 2018 11:46 WIB  ·   Tia Agnes - detikHOT
14 Judul Buku Indonesia Terjual di London Book Fair 2018 14 Judul Buku Indonesia Terjual di London Book Fair 2018 Foto: LBF 2018
Jakarta - London Book Fair (LBF) 2018 sukses diselenggarakan di Olympia, London, pada 10-12 April 2018. Sebanyak 14 judul buku Indonesia berhasil terjual di tiga hari penyelenggaraan pameran buku terbesar di dunia tersebut.

Dalam keterangan pers yang diterima detikHOT, selain 14 judul buku Indonesia ada 134 judul buku dan empat seri berpotensi dibeli 14 negara lainnya. Ke-14 negara sudah meminta PDF dsari judul-judul buku yang diminati.

Jumlah ini meningkat pesat dibandingkan tahun lalu yang hanya terjual dua judul buku. Diikuti 19 judul setelah pameran dan 37 judul buku yang diminati saat pameran berlangsung.



Ketua Harian Komite Pelaksana Indonesia Market Focus di LBF 2019 Laura Bangun Prinsloo, mengatakan tahun depan pihaknya akan memboyong 30 penerbit dan agen hak cipta.

"Mereka akan ikut dalam pameran buku dengan rights centre terbesar di dunia ini. Targetnya ada 50 judul hak cipta terjemahan yang terjual," ujar Laura.

Di hari kedua LBF 2018, terdapat pembelian hak cipta dua buku Intan Paramadhita. Yakni 'Gentayangan: Pilih Sendiri Petualangan Sepatu Merahmu' (Gramedia Pustaka Utama, 2017) yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan judul 'The Wandering'. Serta 'Apple and Knife (Brow Books, 2018) oleh penerbit Harvill Secker dari grup penerbit Penguin Random House. Sesi penandatangan diwakili oleh Ellie Steel, Senior Editor Penguin Random House dan juga Kelly Falconer (literary agent).



Keberadaan Indonesia di bursa buku internasional terbesar kedua setelah Frankfurt Book Fair menarik perhatian pengunjung. Seluas 150 meter persegi, desain stan berangkat dari konsep laut dan bertemakan '17.000 Islands of Imagination' serta mengusung warna hitam.

Tahun depan, saat Indonesia menjadi market focus di LBF 2019 program yang dipastikan ada di antaranya adalah seminar di Universitas Oxford, kerja sama sastra dan budaya dengan komunitas Islam di Birmingham, pemutaran film-film Indonesia di London Book and Screem Week, serta kerja sama dengan ilustrator Indonesia dan penulis Inggris.

Direktur Literatur British Council Cortina Butler menyambut hangat kesempatan untuk menyeleksi program-program budaya di Indonesia dan Inggris. "Kami yakin market focus ini menciptakan kesempatan unik untuk komunitas penulis, penerjemah, penerbit, dan pembaca di Inggris dan Indonesia," ujarnya.


(tia/tia)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed