Vandalisme Lukisan Klasik Terjadi Lagi di Madrid

ADVERTISEMENT

Vandalisme Lukisan Klasik Terjadi Lagi di Madrid

Tia Agnes Astuti - detikHot
Senin, 07 Nov 2022 21:03 WIB
Vandalisme Lukisan di Madrid, Spanyol
Foto: Istimewa
Jakarta -

Lukisan-lukisan klasik dari abad ke-18 sampai 19 di berbagai museum seni yang ada di benua Eropa mengalami vandalisme. Sekelompok orang yang mengaku berasal dari aktivis iklim dan lingkungan adalah oknum yang berada di baliknya.

Kini peristiwa serupa terjadi lagi di Madrid, Spanyol. Pengunjuk rasa dari kelompok aktivis yang bernama Futuro Vegetal menempelkan tangannya pada lukisan The Cloted Maja yang dibuat oleh Francisco Goya.

Lukisan itu diprediksi dibuat sekitar tahun 1800-an yang digantung di Museum Prado, Madrid. Tak hanya menempelkan lem pada area lukisan saja, namun mereka juga menulis kata 1,5 C di dinding sebelah lukisan.

Akun resmi Futuro Vegetal berkicau di akun Twitter sambil melampirkan video aksi mereka di Prado Museum.

"Pekan lalu, PBB mengakui ketidakmungkinan untuk tetap berada di bawah tujuan Perjanjian Paris untuk tetap berada di bawah perubahan 1,5 derajat celcius," cuit Futuro Vegetal, seperti dilansir dari berbagai sumber.

Laporan PBB yang dirujuk oleh kelompok aktivis itu juga menemukan fakta bahwa bumi menuju kenaikan suhu antara 2,4 derajat celcius dan 2,6 derajat celcius di penghujung tahun.

Pihak Prado Museum menegaskan mengutuk keras aksi para aktivis lingkungan terhadap karya seni klasik.

"Karya seninya belum rusak, meskipun bingkai sedikit rusak. Kami mengutuk keras aksi protes yang terjadi di museum. Kami sedang bekerja untuk kembali normal sesegara mungkin," tegas Prado Museum.

"Kami juga menolak membahayakan warisan budaya sebagai sarana protes lingkungan," sambung pihak museum.

Aktivis lingkungan pertama kali mulai menempelkan diri dan melemparkan cairan ke karya seni di museum Juni lalu, namun tidak ada karya yang ditargetkan mengalami kerusakan. Protes dimulai di Inggris, dipimpin oleh organisasi Just Stop Oil.

Sejak saat itu, kelompok dan individu di seluruh Eropa telah melakukan aksi di museum seperti Museum Barberini di Potsdam, Museum Vatikan di Roma, dan Museum Mauritshuis di Den Haag.



Simak Video "Lukisan Seluas Lapangan Bola di Qatar Pecahkan Rekor Dunia!"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/nu2)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT