ADVERTISEMENT

Seniman Israel Buat Karya Seni Protes Isu Anti-Semit di documenta15

Tia Agnes Astuti - detikHot
Jumat, 02 Sep 2022 15:04 WIB
Seniman Israel Kritik documenta15
Foto: Istimewa
Jakarta -

Seorang seniman asal Israel, S Kalter, memprotes pameran seni rupa kontemporer terbesar di Eropa, documenta, dengan menghajar lewat sebuah karya seni. Ia menggelar pameran seni sementara di Kassel bertepatan dengan ajang documenta fifteen.

Seniman sekaligus kurator yang berbasis di Tel Aviv itu mengatakan keprihatiannya tidak ada seniman Israel dalam documenta. Meskipun ada beberapa kritikan terhadap Israel dalam karya yang dipamerkan.

Karya yang dipamerkannya adalah sebuah karya seni instalasi bernama Ventilator. Dalam karyanya mempresentasikan sekelompok gambar di pertunjukan Bad Breath yang berada di basemen apartemen yang disewanya di Kassel, Jerman.

Ada 8 gambar grafit di atas kertas dengan potret yang digambar aneh. Masing-masing potret memperlihatkan sosok yang menjulurkan lidahnya.

Sosok itu dikelilingi oleh benda seperti sakelar lampu, radiator, dan setiap gambar ada bahasa Yiddish yang berbeda. Sang seniman menuturkan karyanya terinspirasi dari kakeknya seorang penyintas Holocaust.

"Tidak ada representasi seni Yahudi atau Israel di documenta 15, mungkin itu tidak sengaja, tapi mungkin hanya boikot budaya. Saya juga tidak tahu," kata S Kalter, dilansir dari ArtNews.

"Atas alasan itulah, saya memutuskan untuk hadir secara fisik di Kassel," tambahnya lagi.

Dia juga menyentil ruangrupa, kolektif seniman asal Jakarta yang menjadi Direktur Artistik documenta15 karena tidak adanya daftar lengkap peserta dalam pameran seni tersebut.

"Jadi tidak ada daftar peserta yang sebenarnya, maka semua orang adalah calon peserta," tegasnya.

Kini documenta15 memasuki pekan-pekan terakhir penyelenggaran dari 100 hari gelaran yang berlangsung di Kassel, Jerman.

Sejak awal pembukaan documenta15, isu mengenai anti-Semitisme atau anti-Yahudi menyeruak sampai sekarang. Salah satu yang menghebohkan adalah karya seni Taring Padi asal Yogyakarta disebut anti-Yahudi karena dianggap menampilkan citra tersebut.

Setelah kontroversi yang terjadi, akhirnya documenta memutuskan untuk menutup secara permanen karya seni Taring Padi.

Documenta15 dibuka sejak 18 Juni dan bakal ditutup hingga 25 September 2022.



Simak Video "Menkum HAM Dorong Seniman Daftar HKI, Cegah Karya Diklaim Orang Lain"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/wes)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT