ADVERTISEMENT

Karya Seni Para Finalis VH Award Bakal Mejeng di Museum MACAN

Tia Agnes Astuti - detikHot
Selasa, 30 Agu 2022 14:24 WIB
Karya Seni Para Finalis VH Award Bakal Mejeng di Museum MACAN
Karya para finalis dan pemenang VH Award bakal mejeng di Museum MACAN Jakarta mulai 10 September 2022. Foto: Istimewa
Jakarta -

Pertengahan September mendatang, Museum MACAN bekerja sama dengan VH Award yang diprakarsai oleh Hyundai Motor Group bakal menyelenggarakan pameran seni terbaru. Karya-karya dari finalis VH Award keempat bakal dibuka untuk umum mulai 10 September sampai 13 November 2022.

Para finalis yang memajang karyanya yakni Lawrence Lek (London) Doreen Chan (Chicago), Paribartana Mohanty (New Delhi), Jungwon Seo (Seoul) sampai Syaura Qotrunadha (Yogyakarta).

Tahun keempat penyelenggaraan penghargaan bergengsi di Asia itu diberikan kepada para perupa media baru dan pertama kalinya melibatkan seniman di luar Korea. Para perupa yang terpilih mendapat dana sebesar US$ 25.000 atau sekitar Rp 371 juta untuk membuat karya audio-visual dalam bentuk video.

Karya-karya yang dipamerkan di Museum MACAN akan menghadirkan multimedia dari semua finais VH Award ke-4. Mereka menghadirkan penggunaan teknologi dengan cara yang baru dan membangun koneksi yang baru yang berhubungan antara manusia dan kecerdasan artifisial.

Direktur Museum MACAN sekaligus juri VH Award ke-4, Aaron Seeto, mengatakan VH Award membina penemuan seni media baru dari beragam konteks di Asia.

Karya Seni Para Finalis VH Award Bakal Mejeng di Museum MACANKarya Seni Para Finalis VH Award Bakal Mejeng di Museum MACAN Foto: Istimewa

"Kami bangga menjadi institusi resmi untuk VH Award keempat yang karya-karya para finalis beragam, dari sinematik dan performatif sampai penggunaan perangkat lunak dan pemrograman yang sangat kompleks," kata Aaron Seeto dalam keterangan yang diterima detikcom.

Para seniman berasal dari negara-negara di Asia dan mereka terlihat menonjol dalam pendekatan artistik mereka sendiri.

"Kami ingin mengenalkan karya para finalis kepada publik untuk mendorong pandangan yang lebih kritis dan komparatif mengenai minat dan praktik media baru mereka," sambung Aaron Seeto.

Dari keempat finalis, karya Lawrence Lek diumumkan sebagai pemenang utama pada November 2021 dan menerima tambahan hadiah uang sebesar Rp 371 juta.

Pameran yang bakal berlangsung di Museum MACAN merupakan bagian dari serangkaian presentasi global karya-karya para finalis. Di antaranya yang mencakup pemutaran eksklusif di New Museum selama Frieze New York, presentasi daring dengan Elektra yakni sebuah media internasional dan organisasi seni kontemporer digital yang berbasis di Montréal, Québec, Kanada. Serta presentasi mendatang di Ars Electronica Festival, salah satu festival seni media terpenting di dunia.



Simak Video "Potret Malam Affandi, Pameran 32 Tahun Kematian Sang Maestro Lukis"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/wes)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT