ADVERTISEMENT

Breaking Barries Initiative Buka Ruang bagi Seniman Teater Perempuan Berkarya

Tia Agnes Astuti - detikHot
Jumat, 12 Agu 2022 19:44 WIB
Fonnyta Amran
Foto: Courtesy of ICHA R
Jakarta -

Tak banyak seniman teater perempuan yang eksis berkarya dan mengembangkan bakatnya di Indonesia. Melalui ruang bernama Breaking Barries Initiative atau Inisiatif Mendobrak Batas, gerakan ini ingin mengajak agar berjejaring bersama dan berproses dalam membuat seni pertunjukan.

Digagas oleh Fonnyta Amran, Breaking Barries Initiative ingin membantu proses berkarya para pelaku seni perempuan, khususnya di bidang seni teater.

"Sejak saya terjun ke dunia seni teater di tahun 2017, saya melihat potensi yang begitu besar yang dimiliki sutradara perempuan," ucap Fonnyta.

Dia pun melanjutkan, ingin berkontribusi dalam mengembangkan potensi tersebut. Salah satu caranya adalah dengan mengambil Pendidikan master di bidang seni teater.

Pada September 2021 lalu, Fonnyta menerima beasiswa untuk program master dalam penyutradaraan teater yakni Master of Arts of Classical & Contemporary Theatre Directing di The Royal Conservatoire of Scotland. Itu adalah salah satu dari tiga kampus terbesar dan terbaik dalam pendidikan seni pertunjukan di dunia.

Fonnyta menjadi sutradara teater pertama dari Indonesia yang diterima di kampus tersebut.

"Saya juga ingin mulai melakukan sesuatu untuk dunia seni yang saya cintai, terutama penyutradaran dan produksi teater, tanpa harus menunggu pendidikan master selesai. Di sinilah Breaking Barriers Initiative lahir dan saya harap dapat menjadi langkah awal untuk berbagai kerjasama dan kolaborasi yang mendobrak batasan yang dihadapi perempuan dalam berkarya di seni teater," sambungnya.

Pendidikan master yang dijalani Fonnyta didukung oleh The W.M. Mann Foundation, sebuah yayasan yang berbasis di Glasgow, Skotlandia. Yayasan tersebut untuk pertama kalinya memberikan program beasiswa untuk orang Indonesia.

"Kami semakin yakin mendukung Fonnyta setelah mendengar alasannya menempuh pendidikan di The Royal Conservatoire of Scotland yang merupakan kampus pendidikan pertunjukan seni bergengsi di Skotlandia dan dunia, serta untuk membantu seniman teater di Indonesia," kata perwakilan W.M. Mann Foundation, Mr. Ainsley Mann.



Simak Video "Cerita Dibalik Viralnya 'Begitu Syulit Lupakan Rehan'"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT