Pelukis Si Mata Besar Margaret Keane Meninggal Dunia

ADVERTISEMENT

Pelukis Si Mata Besar Margaret Keane Meninggal Dunia

Tia Agnes Astuti - detikHot
Jumat, 01 Jul 2022 11:42 WIB
LOS ANGELES, CA - DECEMBER 09:  Artist Margaret Keane attends The Weinstein Companys Big Eyes Los Angeles special screening in partnership with Lexus at Ace Hotel on December 9, 2014 in Los Angeles, California.  (Photo by Charley Gallay/Getty Images for The Weinstein Company)
Margaret Keane meninggal dunia di usia 94 tahun. Foto: Getty Images for The Weinstein C/Charley Gallay
Jakarta -

Seniman Margaret Keane yang dikenal sebagai pelukis 'si mata besar' dikabarkan meninggal dunia. Pelukis yang namanya kian besar setelah kisah hidupnya menjadi film dokumenter Big Eyes itu tutup usia di umur 94 tahun.

New York Times melaporkan, kepergian Margaret Keane membuat duka yang mendalam di industri seni Amerika Serikat.

Lukisan anak-anak bermata besar ciptaannya sangat populer di dekade 1950 dan 1960-an. Saat itu, pencinta seni heboh membeli lukisannya, piring-piring, cetakan, dan berbagai macam merchandise yang didekorasi dengan gaya khasnya.

Margaret Keane sukses membuat figur anak-anak yatim piatu yang menatap sedih dengan mata besar dan gelap. Kisah hidup Keane menjadi cerita yang luar biasa sampai diadaptasi ke film Big Eyes pada 2014.

Film Big Eyes disutradarai oleh Tim Burton yang juga menjadi kolektor bagi karya-karyanya sejak lama.

Margaret Keane mengembangkan gaya lukisnya sejak kecil. Setelah operasi saat balita, ia menjadi sulit untuk mendengar dan fokus pada ekspresi orang terutama mata mereka.

LOS ANGELES, CA - DECEMBER 09:  Artist Margaret Keane attends The Weinstein Company's LOS ANGELES, CA - DECEMBER 09: Artist Margaret Keane attends The Weinstein Company's "Big Eyes" Los Angeles special screening in partnership with Lexus at Ace Hotel on December 9, 2014 in Los Angeles, California. (Photo by Charley Gallay/Getty Images for The Weinstein Company) Foto: Getty Images for The Weinstein C/Charley Gallay

Dia pun mengumpulkan berbagai makna dari mata setiap anak yang ditemuinya ketika telinganya tidak bisa mendengar. Setelah berjumpa dengan Walter Keane dan menikah, ia baru mulai menjual lukisannya.

Tapi peristiwa yang menjadi heboh adalah Walter Keane mengklaim karya itu adalah lukisan-lukisannya. Ketika Margaret mengetahui hal tersebut, ia justru menuduh suaminya sebagai seniman amatir dan seorang asisten.

Dari situ, kasus persidangan mengenai hak cipta lukisan bergulir antara Margaret dan Walter Keane sampai menghebohkan Amerika.

Dalam sebuah wawancara di Times pada 2014, ia mengaku saat itu tidak berani melawan suaminya. Tapi ia punya rasa takut kepadanya.

Di pengadilan, Margaret bersaksi suaminya mengancam hidupnya dan kehidupan putrinya jika mengatakan yang sebenarnya kepada siapapun. Pada 1986, akhirnya pengadilan Honolulu memutuskan pelukis sebenarnya dari si mata besar adalah ciptaan Margaret bukan Walter.



Simak Video "Deretan Idol K-Pop Rayakan Keberhasilan Korsel Lolos 16 Besar Piala Dunia 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/mau)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT