ADVERTISEMENT

Saat Bupati Indramayu Bawakan Tari Topeng Kelana Gandrung

Prih Prawesti Febrian - detikHot
Rabu, 09 Feb 2022 16:32 WIB
Aksi Bupati Indramayu bawakan tari Topeng Kelana Gandrung
Aksi Bupati Indramayu Nina Agustina bawakan tari Topeng Kelana Gandrung. Foto: dok. Pribadi
Jakarta -

Ada satu yang menyita perhatian saat peringatan Hari Pers Nasional yang berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Tenggara, di Kediri beberapa waktu lalu.

Sesuatu yang memukau itu adalah saat Bupati Indramayu Nina Agustina tampil dengan membawakan Tari Topeng Kelana Gandrung.

Nina Agustina mendapatkan sambutan yang begitu meriah setelah membawakan Tari Topeng Kelana Gandrung tersebut. Mereka tidak menyangka jika aksi panggung Nina Agustina begitu keren. Mereka yang hadir di sana di antaranya adalah Gubernur Sulta, Ali Mazi dan Ketua Dewan Pers Moh Nih serta Ketua PWI Pusat, Atal S Depari.

Nina Agustina tidak tampil sendiri di sana. Ia tampil bersama Tim Sanggar Topeng Mimi Rasinah. Nina Agustina terlihat semangat dan benar-benar menghayati tarian yang dibawakan.

Ada 12 orang yang tampil bersama Nina Agustina. Nina Agustina dan tim penarinya begitu memukau semua yang tampil dalam gelaran acara itu. Nina memiliki alasan mengapa membawakan tarian itu.

"Agar Tari Topeng Kelana Gandrung yang merupakan tari topeng khas Indramayu lebih dikenal lagi di Indonesia," tutur Nina Agustina dalam keterangannya.

"Filosofi Tari Topeng Kelana Gandrung, yakni ratu pengersa yang menggambarkan kecintaan rakyat terhadap pemimpinnya," sambungnya lagi.

Ali Mazi pun menyampaikan pujian untuk Nina Agustina. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Nina Agustina sudah memberikan penampilan terbaiknya.

"Untuk Ibu Bupati Indramayu, saya sampaikan terima kasih atas penampilan Tari Topeng yang luar biasa. Selamat untuk Ibu Nina Agustina," beber Ali Miza.

Ada juga duta besar negara sahabat yang ikut menyaksikan penampilan Tari Topeng Kelana Gandrung itu. Mereka semua benar-benar terpukau dengan penampilan Nina Agustina.



Simak Video "Jokowi Dorong Penataan Regulasi Pers, Tawarkan UU Baru Hingga PP"
[Gambas:Video 20detik]
(wes/pus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT