Museum MACAN Dibuka Lagi untuk Umum 26 Oktober, Siapkan Acara Secara Hibrid

Tia Agnes - detikHot
Kamis, 21 Okt 2021 15:27 WIB
Pameran Tunggal Melati Suryodarmo di Museum MACAN Jakarta
Museum MACAN buka lagi 26 Oktober 2021 Foto: Museum MACAN Jakarta/ Istimewa

Direktur Museum MACAN, Aaron Seeto mengatakan perayaan ini fokus dengan menjadi bersama Museum MACAN.

"Kami merayakan ini dengan semangat kebersamaan, komunitas, dan interaksi sosial dengan masyarakat setelah 18 bulan mengalami interaksi virtual," tutur Aaron Seeto.

"Kami merasa Museum MACAN bukan hanya ada dalam fisik gedung saja tapi juga mempelajari dan mengembangkan berbagai koneksi dengan ranah seni lainnya dan publik," sambungnya.

Jumpa Pers Museum MACAN pada Kamis (21/10/2021).Jumpa Pers Museum MACAN pada Kamis (21/10/2021). Foto: Tia Agnes/ Istimewa


Pameran Melati Suryodarmo hingga Koleksi Museum

Sebagai bagian dari hari jadi ke-4, Museum MACAN membuka kembali pameran tunggal Melati Suryodarmo yang berjudul Why Let the Chicken Run?.

Seniman performans kelas dunia Melati Suryodarmo akan mempersembahkan sejumlah pertunjukannya yang terkenal
dengan durasi yang panjang. Di antaranya 'Kleidungsaffe', 'Transaction of Hollows', dan 'The Blackball'.

Melati Suryodarmo baru saja menerima penghargaan Bonnefanten Award for Contemporary Art (BACA) yang ke-11. Dia akan menampilkan 'Butter Dance' dan 'Eins und Eins' yang ditampilkan secara luring dengan pengunjung yang terbatas dan disiarkan secara langsung melalui kanal media
sosial museum MACAN di pekan yang sama.

Selain itu, ada pameran koleksi Museum MACAN yang menampilkan karya dari Christine Ay Tjoe, David Hockney, Jeihan, Juan Munoz, dan Mark Bradford.

Aaron Seeto menegaskan pembukaan kembali museum bakal mengikuti aturan pemerintah di tengah situasi pandemi. "Selama ini kami membuat acara virtual dan ke depannya beradaptasi dengan menyiapkan acara secara hibrid, campuran antara online dan fisik dengan prokes ketat," pungkasnya.



Simak Video "Museum Macan, Mengenang Masa Kecil Dengan Permainan Tradisional Masa Lalu, Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]

(tia/dal)