Spektakuler! Arc de Triomphe Bakal Dibungkus Kain Biru

Tia Agnes - detikHot
Senin, 30 Agu 2021 18:51 WIB
Karya Seni Christo Vladimirov
Karya fenomenal seniman Christo segera hadir Foto: AFP/Andre Grossmann/Christo/Jeanne-Claude
Jakarta -

Bangunan ikonik Arc de Triomphe di Paris bakal tampil berbeda tahun ini. Seniman Christo dan istrinya Jeanne-Claude sudah membuat konsep karya site-spesific di lokasi tersebut sejak tahun 1961 silam.

Proyek seni berjudul L'Arc de Triomphe, Wrapped awalnya dibuat oleh mereka di awal dekade 1960-an. Saat itu, pasangan seniman yang tinggal di Paris tertarik membuat karya seni berbeda untuk negaranya.

Ketika Jeanne-Claude meninggal pada 2009, seniman Christo melanjutkan sampai akhirnya ia pun tutup usia pada 2020.

Tim di bawah proyek seni tersebut tetap melanjutkan ide untuk menutup bangunan Arc de Triomphe dengan kain berwarna biru.

Keponakan Christo, Vladimir Yavachev menuturkan kedua seniman ingin menyelesaikan proyek spektakuler tersebut.

"Dia membuat kami berjanji bahwa kami akan melakukannya," katanya dilansir dari The Associated Press, Senin (30/8/2021).

Tadinya proyek seni tersebut bakal digelar tahun lalu namun pandemi COVID-19 menunda penyelenggaraannya.

Proyek senilai Rp 235 miliar dibiayai sendiri oleh sang seniman. Ia menggunakan dana dari karya-karya pribadinya.

Mulai 18 September sampai3 Oktober, pengunjung kaki Arc de Triomphe dijadwalkan dapat menyentuh kain. Mereka juga bisa mendaki sampai ke atas atau teras atap.

Vladimir Yavachev mengatakan ide brilian dari Christo adalah membungkus monumen atau museum.

"Christo pernah membungkus, parlemen seperti di Jerman, tapi monumen seperti ini? Tidak juga, ini adalah pertama kalinya. Ini adalah monumen pertama dari kepentingan dan skala yang telah dia lakukan," tukasnya.

Christo Vladimirov Javacheff yang lahir di Bulgaria pada 1935 bertemu dengan Jeanne-Claude Denat de Guillebon di tahun 1958.

Kedua seniman dikenal dengan kreasi karya seni yang rumit dan kerap berada di tempat-tempat umum. Seperti Reichstag Berlin dan jembatan Pont Neuf Paris.

Mereka juga pernah membuat karya seni instalasi raksasa seperti serangkaian 7.503 gerbang di Central Park kota New York. Serta karya bernama 'Pagar Lari' sepanjang 25 mil di California.

Ke depannya, Yavachev ingin menyelesaikan salah satu proyek paman dan bibinya yang belum selesai yaitu piramida setinggi 150 meter di Abu Dhabi.



Simak Video "Seniman Pantura Subang Demo di Kantor Bupati, Tuntut Izin Manggung"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dal)