detikHot

spotlight

Mengenang Seniman Fenomenal Christo yang 'Berjalan di Atas Air'

Selasa, 02 Jun 2020 13:00 WIB Tia Agnes - detikHot
People walk on the monumental installation entitled The Floating Piers created by artist Christo Vladimirov Javacheff on Iseo Lake, in northern Italy, on June 18, 2016.
Some 200,000 floating cubes create a 3-kilometers runway connecting the village of Sulzano to the small island of Monte Isola on the Iseo Lake for a 16-day outdoor installation opening today. / AFP / MARCO BERTORELLO / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY MENTION OF THE ARTIST UPON PUBLICATION - TO ILLUSTRATE THE EVENT AS SPECIFIED IN THE CAPTION        (Photo credit should read MARCO BERTORELLO/AFP/Getty Images) Foto: Getty Images
Jakarta -

Awal Juni dibuka dengan kabar duka di industri seni dunia. Seniman asal Bulgaria Christo Vladimirov meninggal di usia 84 tahun.

Kiprahnya di dunia seni bersama istrinya Jeanne-Claude membuat karya fenomenal yang dikenal dengan sebutan karya seni lingkungan. Keduanya lahir di hari yang sama pada 13 Juni 1935 namun sang istri tutup usia lebih dahulu.

Kabar duka tentang kematian Christo pun membuat sedih para pelaku seni. Ia terkenal membuat karya seni bangunan dengan cara membungkus dari kain atau plastik.



"Christo menjalani hidupnya tidak hanya memimpikan hal-hal yang mustahil tapi juga menyadarinya," tulis keterangan akun Facebook pribadi sang seniman, seperti dilihat detikcom.

SULZANO, ITALY - JUNE 18:  A view of the installation 'The Floating Piers' on the Iseo Lake by the Bulgarian artist Christo Vladimirov Yavachev known as Christo on June 8, 2016 in Iseo, Italy.  (Photo by Pier Marco Tacca/Getty Images)SULZANO, ITALY - JUNE 18: A view of the installation 'The Floating Piers' on the Iseo Lake by the Bulgarian artist Christo Vladimirov Yavachev known as Christo on June 8, 2016 in Iseo, Italy. (Photo by Pier Marco Tacca/Getty Images) Foto: Huffington Post



Contohnya saja karya seni instalasi 'The Floating Piers' yang terdiri dari 100.000 meter persegi kain kuning cerah yang mengapung di atas Danau Iseo, Sulzano, Italia. Karya yang diluncurkan pada 2016 itu mencengangkan.

Media-media pun memberitakan, Christo sebagai sosok yang mampu membuat karya yang mengajak orang 'berjalan di atas air'. Ratusan orang pun secara bergiliran mencoba karya fenomenalnya tersebut.

Christo tak tertarik dengan membuat lukisan dan dipajang di dinding galeri berwarna putih. Dia ingin mengubah kehidupan sehari-hari menjadi karya seni.



"Christo ingin membuat karya seni dan mengajak orang untuk berpikir lagi tentang lingkungan mereka," katanya dalam sebuah wawancara.

Selepas Jeanne-Claude meninggal di tahun 2009, Christo melanjutkan berbagai proyek ambisius sendirian.

Kali ini, spotlight culture detikHOT bakal membahas karya-karya fenomenal Christo.




Simak Video "Seniman Solo Ngamen Online, Hibur Warganet Kala Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/doc)

Photo Gallery
FOKUS BERITA: Spotlight Culture
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com