Dewan Kesenian Jakarta Luncurkan Tengara.id dan DKJ NET

Tia Agnes - detikHot
Jumat, 20 Agu 2021 16:10 WIB
KONFERENSI PERS DEWAN KESENIAN JAKARTA “PELUNCURAN DKJ JNET & SITUS KRITIK SASTRA TENGARA.ID”, Kamis, 19 Agustus 2021 dengan pembicara Danton Sihombing/Ketua DKJ, Hikmat Darmawan/Wakil Ketua 1 DKJ, Harry Purwanto/Ketua Komisi Program, Cecil Mariani/Ketua Komisi Riset dan Pengembangan DKJ, Hasan Aspahani/Ketua Komite Sastra DKJ, Avianti Armand/Anggota Komite Sastra DKJ, Dewi Kharisma Michellia/Redaktur Pelaksana tengara.id, Zen Hae/Redaksi tengara.id dimoderatori Rebecca Kezia/Anggota Komite Teater DKJ. Acara ini didilakukan daring dengan menggunakan platform zoom.
(Foto: Eva Tobing)
Dewan Kesenian Jakarta luncurkan DKJ NET dan situs Tengara.id Foto: Photo by Eva Tobing/Eva Tobing/ DKJ
Jakarta -

Situasi tak menentu akibat pandemi tak membuat Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) berdiam diri. Di tengah Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang masih berlangsung, DKJ meluncurkan DKJ NET dan situs kritik sastra bernama Tengara.id.

Beradaptasi ke platform digital merupakan salah satu cara DKJ untuk memelihara hubungan dengan masyarakat. DKJ NET dan situs kritik sastra tengara.id merupakan wujud pemanfaatan media online sebagai produksi pengetahuan, ruang percakapan, dan menjalankan fungsi reflektif.

Ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) Danton Sihombing menuturkan program DKJ periode 2020-2021 memperkuat ekosistem kesenian melalui program advokasi, kesenian berbasis platform, dan pemanfaatan media daring.

"Pilihannya saat ini adalah terdistruksi atau mendistruksi oleh pandemi," kata Danton Sihombing.

DKJ NET adalah media kanal luaran kerja DKJ sekaligus akses publik tambahan untuk memproduksi dan berjejaring konten digital. Salah satu inisiatif kolaboratif lintas komite untuk pengembangan lebih lanjut dari kanal-kanal luaran DKJ yang sudah ada.

Sementara situs kritik sastra Tengara.id adalah upaya lanjutan DKJ untuk mengisi kelangkaan pertumbuhan kritik sastra dalam kehidupan kesusatraan Indonesia.

"Menghidupkan tradisi kritik sastra, terlebih-lebih yang bermutu, baik melalui undangan menulis, sayembara maupun atas upaya mandiri seorang kritikus, adalah juga upaya yang sama pentingnya dengan menumbuhkan karya sastra," tulis keterangan DKJ.

Melalui situs kritik sastra Tengara.Id, DKJ mengundang dan menantang kemunculan kritik sastra agar terjadi pembicaraan di antara sastrawan.

Situs Tengara.Id diampu oleh Komite Sastra DKJ periode 2020-2023 oleh Hasan Aspahani, Yusi Avianti Pareanom, Ben Sohib, Jaronah Abdullah, dan Avianti Armand.

Tengara.Id bakal dipimpin oleh dua orang editor yang bertanggungjawab. Untuk setahun ke depan, Zen Hae dan Martin Suryawijaya bakal mengepalai situs tersebut, dengan Dewi Kharisma Michellia sebagai pelaksana penuh.

Setiap terbitan secara berkala tiap 4 bulan sekali akan mengangkat satu tema atau tajuk tertentu.

"Kami berharap setelah Sayembara Novel, Sayembara Manuskrip Puisi, Sayembara Penulisan Cerita Anak, Sayembara Kritik Sastra, dan Jakarta International Literary Festival, Tengara.Id menjadi platform yang bisa memberikan kontribusi di perkembangan sastra Indonesia," tulis keterangan pers.



Simak Video "Dewan Kesenian Jakarta Kecewa Tak Dilibatkan dalam Revitalisasi TIM"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dal)