Australia Kembalikan Artefak yang Dibeli dari Subhash Kapoor

Tia Agnes - detikHot
Senin, 02 Agu 2021 11:45 WIB
14 karya seni yang dibeli Australia dari Subhash Kapoor Dikembalikan
Australia kembalikan 14 karya koleksinya yang dibeli dari Subhash Kapoor Foto: National Gallery of Art Australia/ Istimewa
Jakarta -

Ingat dengan pemberitaan tentang Subhash Kapoor yang didakwa terbukti melakukan jaringan perdagangan ilegal benda antik? Kasus tentang pria keturunan India yang kini sedang dibui dan menunggu persidangan itu ternyata tak hanya menimpa artefak Indonesia.

Galeri Nasional Australia di Canberra memberikan pernyataan akan mengembalikan 14 karya koleksi Asia ke India. 13 karya di antaranya dibeli dari Art of the Past di Manhattan yang dimiliki oleh Subhash Kapoor.

Sisanya dibeli dari mendiang dealer seni yang berbasis di New York, William Wolff. Tiga karya lainnya juga sedang dicabut oleh museum dan kemungkinan besar kembali ke India.

Direktur Galeri Nasional Australia, Nick Mitzevich mengatakan 14 benda antik yang dikembalikan secara kolektif bernilai Rp 43,3 miliar.

Ini bukan pertama kalinya museum mengembalikan karya yang dibeli melalui Subhash Kapoor. Pada 2014, Galeri Nasional Australia mengembalikan patung perunggu Shiva Nataraja.

Di tahun yang sama, museum juga meluncurkan Asian Art Provenance Project untuk membantu mengidentifikasi asal usul obyek dalam koleksinya. Kasus berikutnya terkuak pada 2016 saat dua patung lainnya turut dikembalikan ke India.

"Menyusul tindakan ini, dengan pemulangan karya pada 2014, 2016, dan 2019, Galeri Nasional Australia tidak akan lagi menyimpan karya yang diperoleh melalui Subhash Kapoor dalam koleksinya," tulis keterangan Galeri Nasional Australia, dilansir dari Art News, Senin (2/8/2021).

"Keputusan untuk mengembalikan karya adalah puncak dari penelitian bertahun-tahun, uji tuntas, dan kerangka kerja yang berkembang untuk pengembalian keputusan yang berkaitan dengan hukum dan etis," sambung pihak museum.

Subhash Kapoor ditangkap pada 2011 dan saat ini berada di penjara India. Dia sedang menunggu jadwal persidangan.

Jaksa Distrik Manhattan melakukan ekstradisi terhadapnya pada 2019 dan mendakwa Kapoor dengan 86 dakwaan pidana pencurian besar-besaran, kepemilikan barang curian, dan konspirasi untuk menipu.

Dia juga dituduh menjarah ribuan artefak yang berasal dari Afghanistan, India, Pakistan, termasuk dari Indonesia. Lebih dari 2.000 artefak yang diperdagangkan disita dari lokasi penyimpanan yang disewanya di New York.



Simak Video "Patung Kayu Tertua di Dunia! 2 Kali Lipat Lebih Tua dari Piramida Mesir"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/wes)