Duh! Mural Banksy di Bekas Dinding Penjara Dirusak Rivalnya

Tia Agnes - detikHot
Rabu, 17 Mar 2021 09:03 WIB
Artwork in reading. The Banksy artwork which was painted on the side of the former prison in Reading has now been defaced. Picture date: Tuesday March 16, 2021. Reading Prison is renowned as the location where the playwright Oscar Wilde served two years hard labour for gross indecency. Although the site closed to prisoners in 2013, its future is currently the focus of fierce debate. Photo credit should read: Steve Parsons/PA Wire URN:58638601 (Press Association via AP Images)
Mural Banksy yang dirusak di dinding bekas penjara Foto: AP/Steve Parsons
Jakarta -

Mural yang baru saja dibuat Banksy di bekas dinding penjara malah dirusak oleh seniman rivalnya. Tumpang tindih mural yang biasa terjadi di jalanan juga menimpa dunia seni Inggris.

Lukisan Banksy di atas dinding bekas penjara di Reading, Inggris, dibuat sang seniman awal bulan ini. Tapi kemarin di bawah muralnya ditambahkan kata-kata Team Robbo.

Kata Team Robbo merujuk kepada tag terhadap mendiang seniman grafiti King Robbo yang ada di Inggris. Kabar itu membuat kecewa para penggemar Banksy di jagat maya.

"Sayang sekali mural Banksy dirusak," tulis seorang netizen.

"Saling tag dan merusak di karya seni jalanan masih saja terjadi di masa sekarang," timpal lainnya.

Kejadian serupa pernah terjadi di mural Banksy lainnya. Pada Desember 2020, dua mural Banksy di New Orleans ditandai dengan pesan tentang King Robbo yang pernah berselisih dengan Banksy.

Keduanya diketahui pernah terlibat kontroversi yang melibatkan tag di karya masing-masing di London pada 2009.

Ternyata sepeninggal King Robbo, para pengikutnya masih melakukan hal yang sama terhadap karya Banksy.

[Gambas:Instagram]



Mural Banksy di bekas dinding penjara menggambarkan seorang tahanan memanjat dinding menggunakan lembaran yang diikat ke mesin tim. Karyanya ditutup dengan cat merah sebagai bagian dari penandaan baru.

Banyak yang percaya, mural itu mengacu kepada sosok Oscar Wilde yang ditahan di penjara Reading, Inggris, di abad ke-19. Aksi yang dilakukan Banksy untuk mendukung kampanye Save Reading Gaol untuk mengubah bekas penjara menjadi pusat seni.

Gara-gara tag terbaru dari King Robbo, Save Reading Gaol meminta Kementerian Kehakiman Inggris untuk menghapus tag baru sebelum merusak mural aslinya secara permanen.

"Tampaknya @MoJGovUK memiliki peluang penting sebelum cat merah merusak #Banksyartwork dan menjadi sulit untuk dihilangkan," tulis akun Twitter Save Reading Gaol.



Simak Video "Italia Kembalikan Karya Seni Curian Saksi Bisu Tragedi 2015"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dal)