Banksy Benarkan Mural di Dinding Bekas Penjara Inggris Buatannya

Tia Agnes - detikHot
Jumat, 05 Mar 2021 09:03 WIB
Artwork in Reading. An artwork which has appeared on the wall of the former prison in Reading, Berkshire. Picture date: Monday March 1, 2121. Although its has not been officially claimed as the work of Banksy, the picture bares a resemblance to the artists other works. Photo credit should read: Steve Parsons/PA Wire URN:58366807 (Press Association via AP Images)
Foto: AP/Steve Parsons
Jakarta -

Seniman jalanan asal Bristol, Inggris, mengonfirmasi mural yang berada di dinding bekas penjara di kota Reading adalah buatannya. Banksy mengabarkannya lewat video yang diunggah di akun Instagram pribadinya.

Seniman yang identitasnya anonim itu mengunggah video tentang dirinya yang sedang membuat mural. Dalam video Instagram, ada pria yang tampak mengenakan jaket hoodie berwarna hitam.

Judul videonya adalah Create Escape. Rekaman video itu disandingkan dengan episode video instruksi seni tradisional yang dibuat oleh Bob Ross.

Banksy secara diam-diam membuat mural stensil dan menyemprotkan cat untuk membuat karya seni. Dalam muralnya, Banksy membuat sosok monokrom seorang pria yang melarikan diri dari penjara menggunakan tali yang terbuat dari kertas mesin tik.

Mural bernuansa hitam-putih itu tampak kontras di atas tembok bata penjara yang berwarna merah.

Karya tersebut muncul awal pekan ini dan kembali membuat heboh publik. Lokasi bekas penjara Reading adalah lokasi ketika penyair Oscar Wilde ditahan di dekade 1890-an.

Penjara itu ditutup pada 2013 dan selama ini menjadi terbengkalai. Para pegiat menginginkan lokasi itu diubah menjadi tempat pelaku seni kreatif.

Kementerian Kehakiman Inggris yang memiliki gedung tersebut akan memutuskan tentang masa depan lokasi tersebut pada pertengahan Maret 2021.

Kampanye untuk mengubah lokasi bekas penjara menjadi fungsional dan kreatif mendapatkan dukungan dari para aktor. Di antaranya adalah Judi Dench, Stephen Fry, dan Kenneth Branagh.

Dilansir dari AP, Jumat (5/3/2021), seorang juru bicara Reading Borough Council menuturkan Banksy tampaknya mendukung keinginan dewan untuk mengubah tempat itu menjadi lokasi warisan seni dan budaya.

"Kami memang ingin bangunan ini menjadi suar seni, warisan, dan budaya yang tepat disebut dengan istilah 'Ciptakan Pelarian'," ungkap dewan Reading Borough Council.

[Gambas:Instagram]





Simak Video "Italia Kembalikan Karya Seni Curian Saksi Bisu Tragedi 2015"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)