Pameran Imersif Affandi Jadi yang Terpopuler di Galeri Nasional Indonesia

Tia Agnes - detikHot
Selasa, 15 Des 2020 14:38 WIB
Menjaga Imaji Mahakarya Affandi dibuka pada 26 Oktober-25 November 2020
Pameran imersif Affandi di Galeri Nasional Indonesia Foto: Pradita Utama/ detikcom
Jakarta -

Pada penghujung 2020, Galeri Nasional Indonesia mengumumkan pencapaian sepanjang tahun dan rencana ke depannya. Di situasi yang tak menentu akibat pandemi, sejumlah agenda seni banyak yang terpaksa dihentikan.

Tapi di bulan November saat hajatan Pekan Kebudayaan Nasional 2020 yang digelar Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, ada satu pameran yang menarik perhatian para pencinta seni. Apakah itu?

Kepala Galeri Nasional Indonesia, Pustanto, menuturkan pameran imersif Affandi yang beradaptasi ke versi digital dan digelar luring secara terbatas mampu menyorot perhatian pengunjung.

"Respons pamerannya luar biasa, pengunjung sampai berebut untuk mendaftar via website," tutur Pustanto saat jumpa pers virtual, Senin (14/12/2020).

Suguhan video mapping projection yang berisikan 98 lukisan maestro seni lukis Affandi dipajang di Gedung A Galeri Nasional Indonesia. Ada pula 15 lukisan koleksi GNI yang menampilkan perjalanan artistik dari periode tahun 1940 sampai 1970-an.

Pustanto menuturkan proyek imersif pertama bagi Galeri Nasional Indonesia itu memang dibuka secara terbatas bagi publik umum. Bagi mereka yang ingin menyambangi pameran, agar mendaftar terlebih dahulu.

Gara-gara pendaftaran secara terbatas di setiap sesi, membuat penikmat seni berbondong-bondong.

"Di akhir pekan saking banyaknya, sempat digedor Satpol PP. Diduga ada pengumpulan manusia yang melebihi semestinya, memang sebenarnya teman-teman rindu lihat pameran secara fisik," lanjut Pustanto.

Sebelum pameran imersif Affandi, Galeri Nasional Indonesia menyelenggarakan pameran fisik yang tak kalah banyak didatangi pencinta seni. Di awal Januari 2020, pameran tunggal perupa Ugo Untoro, eksibisi seni visual, hubungan diplomatik antara Rusia dan Indonesia sampai eksibisi Srihadi Soedarsono.

Saat pembukaan pameran tunggal dan peluncuran buku Srihadi Soedarsono yang berjudul Man and Universe, Pustanto mengatakan eksibisinya terpaksa ditutup setelah tiga hari diluncurkan.

"Dibuka hari Rabu. Kamis atau Jumat, harus pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat dan kami sangat menyesal harus mengakhiri karena tidak boleh menerima kunjungan," tukasnya.



Simak Video "Yuk! Lihat Pameran Sketsa 'ReKreasi Garis'"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)