8 Site Spesific Komunitas Hysteria Semarang Mejeng Virtual di Galeri Nasional

Tia Agnes - detikHot
Rabu, 02 Des 2020 15:04 WIB
Karya Seni Komunitas Hysteria di Galeri Nasional Indonesia
Komunitas Hysteria Pajang Karya Virtual di galnasonline.id Foto: Galeri Nasional Indonesia/ Komunitas Hysteria
Jakarta -

Di penghujung 2020, pameran keliling Galeri Nasional Indonesia yang digelar setiap tahunnya kini mendukung program biennale (dua tahunan) yang bertajuk event Penta Klabs oleh kolektif Hysteria asal Semarang. Ada 8 site spesific kreasi perupa yang tergabung dalam Hysteria.

Pameran yang awalnya direncanakan untuk dibuat secara luring di Semarang, kini diubah menjadi online di situs galnasonline.id. Kolektif Hysteria dikenal sebagai ruang bagi pelaku seni kreatif Semarang dalam menyajikan berbagai karya seni.

Delapan site spesific di antaranya ada di Kampung Bandarharjo, Bustaman, Jatiwayang-Ngemplak Simongan, Kemijen, Petemesan, Randusari-Nongkosawit, Sendangguwo, dan Subali-Krapyak.

Mengusung tema Udan Salah Mongso (Rain in the Wrong Season), kalimat tersebut dipilih untuk merespons situasi kekinian tentang perubahan iklim yang punya dampak bagi ekosistem lingkungan.

"Udan Salah Mongso diambil dari frasa orang-orang di pedesaan di Jawa yang biasanya diutarakan ketika menyikapi perubahan musim tanam dan panen akibat musim yang tidak menentu. Musim di Jawa dikenal terbagi menjadi dua, rendheng (musim hujan) danketigo(musim kemarau). Tapi patokan ini tidak berlaku lagi sekarang," ungkap kurator pameran, Adin.

Karya Seni Komunitas Hysteria di Galeri Nasional IndonesiaKarya Seni Komunitas Hysteria di Galeri Nasional Indonesia Foto: Galeri Nasional Indonesia/ Komunitas Hysteria

Sama halnya dengan pandemi COVID-19 yang diyakini sebagai migrasi virus dari hewan ke manusia karena ekosistem hidup mereka yang terganggu.

"Kesewenang-wenangan manusia terhadap alam dan lingkungan karena merasa sebagai pusat dunia telah membuat eksploitasi berlebihan," katanya.

Kepala Galeri Nasional Indonesia, Pustanto, mengatakan kolektif Hysteria, dipilih karena kedua hal tersebut memiliki keterikatan dan catatan penting yang melengkapi khazanah seni kolektif.

Karya Seni Komunitas Hysteria di Galeri Nasional IndonesiaKarya Seni Komunitas Hysteria di Galeri Nasional Indonesia Foto: Galeri Nasional Indonesia/ Komunitas Hysteria

"Kelompok Kolektif Hysteria sebagai inisiator dan Semarang sebagai wilayah jelajah aktivitas. Kapabilitas inilah yang diharapkan dapat membantu memperkuat ekosistem seni rupa nasional yang telah ada," katanya.

Pustanto juga berharap sajian karya seni para perupa atau seniman Hysteria dapat diterima baik oleh para pencinta seni.

Bagi pencinta seni yang ingin melihat karya-karya kolektif Hysteria, bisa menyambangi situs galnasonline.id mulai hari ini.

[Gambas:Instagram]





Simak Video "Aksi Voice Of Baceprot di Prancis dan Hijab yang Curi Perhatian"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)