Hiks! Kurang Dana, Museum Louvre 'Jual' Lukisan Mona Lisa

Tia Agnes - detikHot
Jumat, 11 Des 2020 13:04 WIB
PARIS - AUGUST 24:  The famous Leonardo Da Vinci painting  The Mona Lisa is seen on display in the Grande Galerie of the Louvre museum on August 24, 2005 in Paris, France. Dan Brown is the author of numerous  bestsellers, including Digital Fortress, Angels and Demons, and Deception Point. His acclaimed novel The Da Vinci Codehas become one of the most widely read books of all time.  (Photo by Pascal Le Segretain/Getty Images)
Lukisan Mona Lisa di Museum Louvre Prancis Foto: Getty Images
Jakarta -

Pandemi virus Corona membuat Museum Louvre minim pengunjung sampai dikabarkan kekurangan dana operasional. Gegara hal tersebut, museum membuat program spesial bagi pengunjung dengan cara seakan 'menjual' lukisan Mona Lisa kepada penawar tertinggi.

Bagi mereka yang ingin lebih dekat menikmati Mona Lisa bisa berjalan-jalan di atap museum yang bersejarah. Serta bisa menyaksikan pemeriksaan tahunan karya Leonardo da Vinci, ini adalah momen langka bagi pecinta seni.

Biasanya lukisan Mona Lisa bisa dilihat sekilas dari kerumunan orang yang memadati area salah satu museum. Setiap tahunnya, Mona Lisa menjadi lukisan yang paling diminati untuk dikunjungi oleh pengunjung.

Masyarakat seluruh dunia mengantre untuk melihat Mona Lisa. Setiap tahun pula, lukisan itu diturunkan dari dinding, dikeluarkan dari kotak kacanya untuk diperiksa sekilas dari ancaman keretakan.

Ada beberapa pemimpin dunia yang bisa melihat peristiwa pemeriksaan tahunan ciptaan yang berasal dari tahun 1503 tersebut.

Cara spesial bagi penawar tertinggi itu pun digelar oleh balai lelang Christie secara online. Rumah lelang Christie berharap dapat mengumpulkan lebih dari 1 juta euro untuk merasakan pengalaman lebih dekat dengan Mona Lisa.

Pada 2019, Louvre menerima 10 juta pengunjung dari turis seluruh dunia. Tapi selama lebih dari 5 bulan ini ada dua kali penutupan akibat virus Corona.

Pertengahan 2020, Louvre sempat dibuka kembali tapi pengunjung mengalami penurunan sebanyak 75 %. Padahal di musim panas biasanya Museum Louvre paling banyak dikunjungi.

Yann Le Touher, seseorang yang menangani hubungan dengan para pelanggan Louvre, menuturkan Louvre adalah salah satu museum besar di dunia yang juga menderita. Tahun ini, museum diprediksi kehilangan pendapatan sampai 90 juta euro.

"Meski Museum Louvre adalah museum yang paling banyak dikunjungi, kaya akan seni dan warisan, tapi ia bukanlah lembaga yang kaya," tuturnya dilansir dari Reuters.



Simak Video "Takut Virus Corona, Museum Louvre Paris Ditutup"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/wes)