Cara Perupa Gunungkidul Maknai Pilkada 2020

Pradito Rida Pertana - detikHot
Rabu, 09 Des 2020 18:22 WIB
Cara Perupa Gunungkidul Maknai Pilkada 2020
Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom Cara Perupa Gunungkidul Maknai Pilkada 2020
Gunungkidul -

Banyak cara dilakukan masyarakat saat menanti hasil penghitungan suara Pilkada serentak. Salah satunya seperti yang dilakukan Ikatan Perupa Gunungkidul (IPG).

Mereka memilih untuk melukis bersama sampai hasil akhir penghitungan suara keluar. Pantauan detikcom, beberapa orang tampak memadati Bangsal Sewokoprojo.

Mereka tampak sibuk menggoreskan kuasnya dia atas kanvas sembari bersenda gurau.

Ketua Ikatan Perupa Gunungkidul Herlan Susanto mengatakan bahwa kegiatan melukis bersama ini hanya spontanitas belaka. Tujuannya untuk saling bersilaturahim dan mencairkan suasana setelah pencoblosan paslon.

Cara Perupa Gunungkidul Maknai Pilkada 2020Cara Perupa Gunungkidul Maknai Pilkada 2020 Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

"Acaranya spontan saja mas, jadi ketika teman-teman lihat Pilkada itu kan ngenteni (menunggu) nyoblos dan ngitung suara. Nah, kita bikin acara warga tetap nyoblos dan melukis bersama agar tidak tegang saja," katanya saat ditemui di Bangsal Sewokoprojo, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul, Rabu (9/12/2020).

Selain itu, kata Herlan, kegiatan ini untuk menghabiskan waktu menunggu hasil penghitungan suara Pilkada Gunungkidul.

"Karena kondisi saat ini Pilkada, harusnya kan menunggu penghitungan di balai desa. Nah, kalau ini habis nyoblos gambar bersama-sama sambil nunggu hasilnya keluar," ucapnya.

Cara Perupa Gunungkidul Maknai Pilkada 2020Cara Perupa Gunungkidul Maknai Pilkada 2020 Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Terkait tema, Herlan mengaku tidak menerapkan tema khusus. Namun kebanyakan dari peserta melukis suasana Pilkada. "Temanya kita hanya nyawiji bersama-sama dalam situasi yang unik," katanya.

Soal harapan kepada Bupati dan Wakil Bupati terpilih, Herlan berharap kedua pemimpin mengutamakan kepentingan masyarakat.

"Untuk Bupati terpilih ya yang biasa-biasa saja. Intinya Bupati yang tidak perlu paham seni tapi mau ngopeni (memperhatikan) rakyat, itu saja," ujarnya.



Simak Video "Dosen Debat Gibran di Lokasi Penyekatan, Enggan Dites Swab"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/tia)