Novembre Numerique Ajak Pencinta Seni Telisik Lagi Warisan Budaya Dua Negara

Tia Agnes - detikHot
Jumat, 27 Nov 2020 17:23 WIB
Pameran Seni Media Novembre Numerique yang Digelar IFI pada 27 November 2020
Jumpa pers virtual pameran seni Novembre Numerique Foto: Tia Agnes/detikHOT
Jakarta -

Pameran seni Novembre Numérique yang digelar oleh Institut Prancis di Indonesia resmi dibuka secara virtual hari ini. Pameran seni media yang menggandeng satu seniman Prancis dan enam seniman perempuan Indonesia juga bertepatan dengan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik dua negara.

Direktur IFI Bandung Aude-Emmelinne Loriot mengatakan pameran digital internasional ini sebelumnya sudah terselenggara empat kali di Prancis dan jaringan IFI di mancanegara.

"Kami mengeksplorasi bentuk-bentuk karya seni seperti virtual, video games, narasi-narasi baru, teater, performans art, terhadap perubahan apa yang terjadi di masyarakat kita dari para amatir dan ahli di seluruh dunia," tuturnya saat jumpa pers virtual, Jumat (27/11/2020).

Di tahun perdana, IFI Indonesia mengusung tema Arus Memori (flux de mémoire) yang memfokuskan pada memori dan warisan budaya yang bernilai sejarah. "Hubungan antar orang di bidang seni sangat penting. Seni digital di gedung bersejarah menjadi seni lebih berarti lagi," lanjutnya.

Di Indonesia, pameran seni Novembre Numérique pertama kalinya diselenggarakan dengan menggandeng seniman dari 5 kota. Mereka adalah Evi Ovtiana (Medan), Mira Rizki (Bandung), Arum Dayu (Yogyakarta), Illumi (Surabaya), Adhika Annisa bersama Medy Mahasena (Bali), dan Raslene (Jakarta).

Pameran Seni Media Novembre Numerique yang Digelar IFI pada 27 November 2020Pameran Seni Media Novembre Numerique yang Digelar IFI pada 27 November 2020 Foto: Tia Agnes/detikHOT

Mereka berkolaborasi dengan seniman asal Prancis, Gaëtan Trovato. Lulusan Aix-en-Provence School of Art ini membuat karya dengan konteks yang hampir sesuai dengan karya seniman Tanah Air.

Kurator pameran Ayos Purwoaji mengatakan proyek ini terbilang menarik karena digarap selama masa pandemi COVID-19.

"Pameran ini terjadi di 6 kota secara simultan yang melibatkan seniman lokal di kota tersebut. Sebagai proyek yang menarik, ada banyak lapisan yang perlu dijahit. Kebetulan payung acaranya adalah membicarakan budaya digital di seluruh dunia, kita bisa melihat bagaimana satu nilai yang ambivalen dan membicarakan soal masa lalu," tambahnya.

Para seniman memulai tema pameran dari kegelisahan seperti bagaimana kisah fiksi mampu menggeser pandangan kita tentang identitas, bagaimana seni mendekati memori kolektif sebuah komunitas, dan bagaimana bila muncul penolakan generasi saat ini terhadap warisan masa lalu.

Bagi pencinta seni yang ingin melihat karya-karya para seniman bisa menyambangi situs yang dibuat khusus untuk eksibisi yakni http://novembrenumerique.id/. Selamat menikmati!



Simak Video "Wah! Ada Festival Seni di Terminal Merak-Bakaheuni"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)