Karya Seni Albert Yonathan Setyawan Mejeng di Singapura saat Pandemi

Tia Agnes - detikHot
Jumat, 09 Okt 2020 11:28 WIB
Pameran Tunggal Albert Yonathan Setyawan di Singapura
Karya Seni Albert Yonathan Setyawan Foto: Mizuma Gallery/ Istimewa
Jakarta -

Albert Yonathan Setyawan menggelar pameran tunggal di galeri seni Mizuma Singapura. Dibuka pada 7 Oktober hingga 7 November, seniman yang tinggal di Kyoto, Jepang mengusung tema Mirror Image di eksibisinya kali ini.

Judul pameran seni Mirror Image mengacu pada gagasan mengulang dan memperbanyak gambar tertentu dalam struktur simetris.

"Albert Yonathan Setyawan menciptakan pencitraan seperti cermin di mana suatu bentuk direplikasi beberapa kali dalam satu komposisi," tulis keterangan Mizuma Gallery, seperti yang diterima detikcom, Jumat (9/10/2020).

Dalam karya-karyanya, Albert Yonathan Setyawan merenungkan gagasan simetri sebagai salah satu prinsip dasar yang membentuk struktur. Konsep ini yang juga sebelumnya ada di pameran tunggal Variations on Symmetry in 2019, yang juga digelar di Mizuma Gallery, Singapura.

Albert Yonathan Setyawan juga menggunakan material keramik untuk berkarya. Ia menggunakan metode slip-casting yang paling dikenalnya.

"Karya-karya Albert juga berlatarkan domain seni visual, geometri dasar, dan gagasan spiritualitas manusia yang bercampur," lanjutnya.

Di pameran tunggal Mirror Image, Albert Yonathan Setyawan menampilkan 8 karya seni instalasi terakota yang dibuat sepanjang tahun ini. Setiap karya terdiri dari satu bentuk tunggal yang disusun menjadi satu karya seni.

Obyek-obyek yang dihadirkan sebagian besar adalah bunga, api, sayap, ngengat, mata manusia, dan juga makna spiritual.

Lulusan ITB Bandung pada 2012 ini pindah ke ke Kyoto, Jepang, untuk melanjutkan penelitiannya soal seni keramik kontemporer di Universitas Seika Kyoto. Ia memperoleh gelar dokter tahun ini.

Nama Albert Yonathan Setyawan sudah tak asing lagi di dunia seni rupa kontemporer. Ia sukses mengikuti beberapa pameran besar di antaranya Venice Art Biennale ke-55 pada 2013, pameran Seni Kontemporer dari Asia Tenggara di Tokyo pada 2017, hingga yang terbaru Contemporary Worlds: Indonesia at the National Gallery of Australia, ACT Canberra, di 2019.



Simak Video "Wah! Ada Festival Seni di Terminal Merak-Bakaheuni"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)