Doyan Cokelat? Museum Terbesar di Dunia Dibuka di Swiss

Tia Agnes - detikHot
Rabu, 23 Sep 2020 10:08 WIB
Museum Cokelat Terbesar di Dunia Hadir di Zurich, Swiss
Museum Cokelat Terbesar di Dunia Foto: Lindt/ Istimewa
Jakarta -

Ingat dengan pabrik cokelat yang ada di dalam film Willy Wonka yang diadaptasi dari novel anak-anak karangan Roald Dahl?

Kini, pabrik cokelat Willy Wonka menjadi kenyataan. Museum cokelat terbesar di dunia yang bernama Lindt Home of Chocolate bakal hadir di kota Zurich, Swiss.

Kabar bahagia dari tahun ini saat pandemi COVID-19 melanda. Museum secara resmi dibuka pada 13 September oleh juara tenis Roger Federer dan disebut sebagai museum cokelat terbesar di dunia.

Dilansir dari GMA Network, museum seluas 6.038 meter persegi terdapat air mancur cokelat berukuran raksasa. Tinggi air mancur yakni 9 meter dan terdiri dari 1.500 kilogram cokelat. Wah!

Air mancur itu membuat takjub pengunjung pertama saat pembukaan museum. Ada cokelat leleh asli yang mengalir dari atas bola.

Di dalam museum juga terdapat pameran interaktif yang menampilkan asal mula kakao, pelopor cokelat Swiss, dan kehebatan dari tujuh cokelat lainnya yang ada di dunia.

Pengunjung juga bisa mencicipi cemilan manis di ruang Praline Tasting.

Pengunjung juga bisa mempelajari cara membuat cokelat sendiri dari para pembuat cokelat terbaik di kelasnya. Setiap kelas, bisa menampung 60 orang.

Tiket museum dibanderol senilai Rp 260 ribu untuk dewasa dan Rp 161 ribu untuk anak-anak. Bagi anak-anak yang berusia 7 tahun ke bawah, bisa masuk secara gratis.

Pihak museum cokelat juga mengumumkan di masa pandemi, pengunjung yang masuk masih dibatasi sesuai aturan protokol ketat pemerintah. Tapi tampaknya usai pandemi COVID-19, Museum Cokelat akan menjadi tujuan utama dari pencinta cokelat di seluruh dunia.

Lindt merupakan perusahaan cokelat ternama dari Swiss. Pendirinya adalah David Sprungli-Schwarz dan putranya, Rudolf Sprungli-Ammann. Salah satu produk terkenal dari Lindt adalah Lindor, bola cokelat yang diberi isian berbagai varian rasa.



Simak Video "Museum Fatahillah Jakarta, Cerita Sejarah Batavia Tempo Dulu"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/doc)