PSBB DKI Mulai 14 September, Taman Ismail Marzuki hingga Museum Ditutup

Tia Agnes - detikHot
Minggu, 13 Sep 2020 08:40 WIB
Memeriahkan Hari Pahlawan, sejumlah seniman menghiasi kawasan Taman Ismail Marzuki dengan mural tokoh pahlawan. Penasaran?
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Gubernur Anies Baswedan mengumumkan DKI Jakarta akan kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang lebih ketat pada 14 September. Tempat wisata di Jakarta pun mulai tutup awal pekan depan.

Bagi kamu pencinta seni yang ingin jalan-jalan mengisi waktu kosong saat pandemi, tampaknya harus bersabar terlebih dahulu. Sebanyak 27 destinasi wisata diumumkan dipastikan ditutup sementara waktu.

"Seiring ditetapkannya masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai 14 September mendatang, sekaligus sebagai upaya untuk menjaga dan melindungi warga dari risiko penularan COVID-19, Pemprov DKI menutup sementara beberapa tempat wisata publik yang dikelola oleh Pemprov DKI," tulis akun Instagram @dkijakarta, seperti dilihat detikcom, Minggu (13/9/2020).

Selama proses penutupan yang belum ditentukan berakhirnya, akan dilakukan pembersihan area wisata.

Di antara 27 destinasi wisata tersebut di antaranya adalah Taman Ismail Marzuki yang masih tahap renovasi, Setu Babakan yang menjadi pusat budaya Betawi, lab tari dan karawitan Condet, Taman Benyamin Sueb, Wayang Orang Bharata, Miss Tjitjih, gedung latihan kesenian di 5 wilayah kota Jakarta, Gedung Kesenian Jakarta yang menjadi lokasi gedung pertunjukan tertua di Ibu Kota, sampai museum-museum seni yang berada di bawah Pemprov DKI.

Museum-museum seni yang ada di bawah naungan Pemprov DKI yakni Museum Sejarah Jakarta, Museum Taman Prasasti, Museum MH Thamrin, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Tekstil, Museum Wayang, Museum Bahari, dan Museum Joang '45.

Langkah penutupan 27 destinasi wisata yang ada di DKI Jakarta bukan pertama kalinya terjadi. Pertengahan Maret lalu, lokasi-lokasi tersebut ditutup untuk menekan laju penularan COVID-19 dan dibuka kembali saat PSBB transisi dengan menerapkan kebiasaan baru atau new normal bagi masyarakat Ibu Kota.

[Gambas:Instagram]

Sebelumnya, Gubernur Anies mengambil langkah rem darurat karena laju penambahan kasus COVID-19 di Jakarta mengkhawatirkan selama 10 hari belakangan. Angka kematian juga meningkat tajam di pekan pertama bulan September 2020.

"Tanggal 30 Agustus, di Jakarta ada 7.960 kasus aktif, tanggal 10 September itu menjadi 11.810. Kenaikan itu 48 persen dalam 10 hari pertama di bulan September itu sebesar 3.850 kasus. Belum pernah kita dalam waktu sependek ini, melihat pertambahan kasus sampai 3.850 kasus, walaupun yang sembuh juga banyak, sembuhnya 8.994 kasus," kata Anies.

"Dan kematian juga dalam pekan pertama September ini tertinggi kecepatannya, total di Jakarta ini bulan September itu adalah 17 persen dari kejadian kematian itu terjadinya di bulan September. Jadi 17 persen dalam 10 hari. Kita ada kejadian 1.383 yang meninggal dan 197 itu terjadi di bulan September," lanjutnya.

(aay/aay)