detikHot

art

Pertama Kalinya! Pentas Musikal di Rumah Aja Digelar saat Pandemi COVID-19

Kamis, 16 Jul 2020 16:37 WIB Tia Agnes - detikHot
Pertunjukan #MusikalDiRumahAja Digelar Virtual Program #MusikalDiRumahAja siap sapa pencinta seni Foto: BOOW Live, IndonesiaKaya.com/ Istimewa
Jakarta -

Merebaknya COVID-19 membuat sejumlah acara seni terpaksa menggelar pertunjukan secara virtual. Tak berhenti berkarya, untuk pertama kalinya BOOW LIVE x Indonesiakaya.com mempersembahkan program #MusikalDiRumahAja.

Ada 6 cerita rakyat khas Indonesia yang diadaptasi menjadi skenario seni pertunjukan. Uniknya, tak sekadar seni panggung saja yang dihadirkan tapi juga direkam layaknya film.

Program #MusikalDiRumahAja melibatkan 6 sutradara teater, 6 sutradara film, 6 sinematografer, 7 penata musik, 44 aktor, aktris, dan penari Indonesia.

Produser Eksekutif BOOW LIVE, Bayu Pontiagust, mengatakan proses #MusikalDiRumahAja sudah dimulai sejak April. Satu per satu tim dilibatkan untuk membuat program yang menghibur bagi masyarakat.

Pertunjukan #MusikalDiRumahAja Digelar VirtualPertunjukan #MusikalDiRumahAja Digelar Virtual Foto: BOOW Live, IndonesiaKaya.com/ Istimewa

"Musikal di rumah aja ini jadi salah satu cara agar otak kita tetap produktif. Kalau nggak ngapa-ngapain, otak kita buntu. Harus lebih produktif lagi. Saat formula ini diterima oleh Indonesiakaya.com dan semuanya, akhirnya bisa berlanjut sampai proses sekarang ini," kata Bayu saat jumpa pers virtual, Kamis (16/7/2020).

#MusikalDiRumahAja mengangkat 6 cerita rakyat Indonesia. Di antaranya adalah Malin Kundang, Timun Mas, Rara J, Sangkuriang, Bawang Merah Bawang Putih, dan Lutung Kasarung.

[Gambas:Instagram]



"Buat saya, cerita rakyat Indonesia yang menjadi musikal berpotensial untuk di-blow up sehingga jadi satu cerita yang packaging-nya sangat bagus. Semoga ini jadi langkah awal untuk berbagi cerita rakyat Indonesia ke publik yang lebih luas," sambung Bayu.

Sutradara film untuk musikal Latung Kasarung, Nia Dinata, menuturkan program #MusikalDiRumahAja menyatukan antara teater dan film. Dua ranah itu berada di alur seni yang berbeda.

"Teater itu satu dimensi, ditonton dari atas panggung, dan point of view-nya di depan. Berbeda dengan film yang 360 derajat dan harus terlihat emosi dan perspektif karakter-karakternya. Di sini, sutradara film dan teater dituntut kerjasamanya," kata Nia.

Proses penggarapan #MusikalDiRumahAja pun dilakukan saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berlaku. Dimulai dari pengadegan via Zoom, merekam lagunya, dan proses syuting sesuai protokol kesehatan yang diatur pemerintah.

(Baca halaman berikutnya)

Photo Gallery
Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Uniknya Seni Pertunjukan Gabungan, Jakarta."
[Gambas:Video 20detik]

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com