detikHot

art

Jalan-jalan di Pameran Seni Virtual Gudskul Ekosistem

Kamis, 16 Jul 2020 13:04 WIB Tia Agnes - detikHot
Pameran seni virtual di Gudskul Ekosistem Gudskul Ekosistem menggelar pameran seni secara virtual Foto: Gudskul Ekosistem/ Istimewa
Jakarta -

Masa pandemi COVID-19 membuat pekerja seni memutar otak untuk menggelar acara seni. Di Gudskul Ekosistem yang terdiri dari 5 galeri seni yang dikelola secara mandiri sedang menyelenggarakan dua pameran seni.

Yuk, mari jalan-jalan melihatnya secara virtual!

Solusi pameran seni secara virtual diselenggarakan Gudskul Ekosistem bersama Serrum Art Handling bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

"Galeri virtual memberikan solusi dan angin segar kepada seniman, kurator, penulis, edukator, preparator, dan pegiat seni lainnya. Penyelenggaraan pameran tak hanya soal presentasi karya tapi juga sarana pendidikan buat publik," tulis keterangan Gudskul Ekosistem.

Ada dua pameran seni yang digelar sampai 25 Juli 2020. Kedua pameran seni bisa diakses melalui https://gallery.gudskul.art/.

Pameran seni virtual di Gudskul EkosistemPameran seni virtual di Gudskul Ekosistem Foto: Gudskul Ekosistem/ Istimewa

Setelah mengakses link di atas, pengunjung bisa memilih pameran seni yang ingin didatangi. Untuk pameran seni Di Rumah Tak Berarti Melemah, Grafis Huru Hara sebagai kurator menyeleksi 30 karya dari 50 karya seni yang masuk untuk dikurasi.

Eksplorasi pameran dalam bentuk 3D, kamu tinggal meng-klik poster di bagian depan lalu menuju ruang pamer. Ada karya poster grafis yang dipajang.

Salah satunya karya The Popo yang berjudul Bahagia. Di sampingnya ada Arief Rahman yang menghadirkan kreasi bertuliskan new normal for new hope hingga poster Alienpang x Bronzelani yang menghadirkan $zeHATI $zeLALU.

Selain itu, masih ada puluhan poster lainnya yang dipajang. Dilihat dari katalog pameran seni Di Rumah Tak Berarti Melemah, Grafis Huru Hara menuliskan jaga jarak dan bekerja dari rumah tak membuat seniman melemah.

"Melalui poster, Grafis Huru Hara ingin kampanye dalam bentuk visual dengan menyebarkan pesan-pesan positif, misalnya menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan, tetap waras, saling menjaga keluarga, berolahraga, bercocok tanam secara mandiri, dan pesan kebaikan lainnya lewat karya-karya yang dipamerkan," tulis Grafis Huru Hara.

Pameran seni virtual di Gudskul EkosistemPameran seni virtual di Gudskul Ekosistem Foto: Gudskul Ekosistem/ Istimewa

Galeri Virtual Lainnya

Selain pameran seni Di Rumah Tak Berarti Melemah, Gudskul Ekosistem juga menghadirkan pameran MeRetas Batas yang dikuratori Monica Hapsari. Ada 6 seniman yang berpartisipasi.

Menurut Monica Hapsari, fenomena batas di masa pandemi harus 'dihancurkan'. Seharusnya batas menjadi netral.

"Apakah batas ini menjadi penghambat negatif atau berkembang menjadi solusi positif untuk kepentingan lebih besar. Para seniman ini menjawabnya melalui pameran fesyen," tukasnya.

Enam seniman yang berpartisipasi adalah Ayu Dila, Bethany Burton, Monica Hapsari, Monika Fransiska, Ruth Priscilla, dan STUFFO/ labs.




Simak Video "Wah! Ada Festival Seni di Terminal Merak-Bakaheuni"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/doc)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com