detikHot

art

Pentas 'Goro-goro: Mahabarata 2' Bertutur tentang Kisah Padi

Kamis, 25 Jul 2019 09:37 WIB Tia Agnes - detikHot
Foto: Teater Koma Goro-goro: Mahabarata 2 (dok. Image Dynamics) Foto: Teater Koma 'Goro-goro: Mahabarata 2' (dok. Image Dynamics)
Jakarta - Teater Koma kembali melanjutkan cerita Mahabarata lewat produksi ke-158 yang berjudul 'Goro-goro: Mahabarata 2'. Dalam lakon terbarunya, Teater Koma tetap mengangkat kisah kehidupan para dewa dan wayang.

Namun di pertunjukan terbarunya tersebut, Teater Koma mengambil sumber dari kisah padi. Tanaman padi dinilai sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat Indonesia.

"Saya bicara soal padi, angkatan perang bersenjata kalau tidak makan padi atau gandum akan lemah. Di luar sana, kadang-kadang padi tidak dianggap padahal di tanah Sunda ada Desa Ciptagelar, dulu namanya Ciptarasa yang selalu merayakan panen padi setiap tahunnya," ujar Sutradara Teater Koma, Nano Riantiarno, usai media preview 'Mahabarata 2' di Graha Bhakti Budaya, kompleks TIM, Jakarta Pusat, Rabu (24/7/2019) malam.

Pentas 'Goro-goro: Mahabarata 2' Bertutur tentang Kisah Padi Foto: Teater Koma 'Goro-goro: Mahabarata 2' (dok. Image Dynamics)



Dalam tradisi panen yang dilakukan Ciptagelar, mereka memelihara alam. Padi pun ditanam sesuai tradisi leluhur dan sumbernya.

"Mengapa menceritakan kisah soal padi? Karena ini yang biasa dilupakan sebagai sumber kehidupan. Cerita 'Mahabarata 2' sebenarnya sangat sederhana," lanjutnya lagi.

Sejak naskah 'Mahabarata 2', tim Teater Koma sudah membahas kisah padi. Misalnya dari mana asalnya, bisa dari India, Nepal, dan China. Di Jawa, ada hubungan yang erat dengan Batara Guru.

Seorang dewi yang tinggal di cupumanuk astunamas milik Batara Narada dimunculkan Batara Guru dan diminta menjadi selirnya. Sang dewi tidak mau dan dikutuk menjadi tanaman padi. Dalam lakon 'Mahabarata 2' ala Teater Koma, Nano menggabungkan antara Dewi Srinandi dari Jawa dan Dewi Lokawati asal Sunda yang sebelumnya dikutuk jadi tanaman padi.

Pentas 'Goro-goro: Mahabarata 2' Bertutur tentang Kisah Padi Foto: Teater Koma 'Goro-goro: Mahabarata 2' (dok. Image Dynamics)


Nano juga menceritakan ketika menonton perayaan tahunan Desa Ciptagelar, ia melihat ada 5 angklung dan 2 dog-dog yang dimainkan. Cara kuno untuk menyambut Dewi Sri itu pun masuk ke dalam adegan pertunjukan.

"Kami juga tidak melupakan gamelan, setelah 10 tahun Teater Koma akhirnya memakai gamelan lagi," pungkasnya.


'Goro-goro: Mahabarata 2' digelar pada 25 Juli sampai 4 Agustus 2019 di Graha Bhakti Budaya, Jakarta Pusat.





Simak Video "''Goro-Goro: Mahabarata 2'', Ajak Milenial Telusuri Legenda Padi"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/doc)


Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com