DetikHot

art

Artefak Warisan Budaya Nusantara Pukau Warga Italia

Senin, 26 Feb 2018 13:58 WIB  ·   Tia Agnes - detikHOT
Artefak Warisan Budaya Nusantara Pukau Warga Italia Artefak Warisan Budaya Nusantara Pukau Warga Italia Foto: KBRI Roma
Jakarta - Lewat enam mahasiswa Indonesia yang diminta memilih koleksi artefak menurut sudut pandang mereka, pameran 'The Making of a Point of View' sukses dibuka pada 23 Februari. Pameran berlangsung di Museum Etnografi Luigi Pigorini Roma, Italia mulai 24 Februari sampai 1 April mendatang.

Enam benda warisan budaya berasal dari 1500 artefak yang dimiliki pihak museum sejak tahun 1980-an dan berasal dari abad ke-19. Namun pihak museum menyatakan pameran ini adalah yang pertama kalinya dipamerkan ke hadapan publik.

Menurut duo kurator pameran Loretta Paderni dan Rosa Anna Di Lella, benda-benda ini merupakan pemberian raja-raja setempat sebagai kenang-kenangan bagi para bangsawan dan raja-raja di Italia yang menjelajah ke Nusantara. Selain artefak pilihan enam mahasiswa Indonesia yang kuliah di sana, tim kurator juga menampilkan tiga perspektif berbeda yang dihadirkan lewat tema 'kilas balik'.



Perspektif pertama adalah 'Bercerita' yang mengangkat ragam artefak dari tanah Nias, terinspirasi buku terbitan tahun 1890 berjudul "Un Viaggio A Nias (Sebuah Perjalanan ke Nias)" karya Elio Modigliani mengenai perjalanannya ke Nias pada 1886.

Kedua ada 'Asal Muasal Detail' yang bekerjasama dengan seniman asal Malaysia H.H.Lim. Mereka mengeksplorasi benda-benda senjata dan perlengkapan perang di masa lalu.

Artefak Warisan Budaya Nusantara Pukau Warga ItaliaArtefak Warisan Budaya Nusantara Pukau Warga Italia Foto: KBRI Roma


Perspektif ketiga, bertemakan 'Transformasi' yang menampilkan instalasi foto-foto berisi koleksi artefak karya fotografer muda migran di Italia.

Duta Besar RI untuk Italia, Esti Andayani, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kerja keras berbulan-bulan dari kurator dan seluruh pihak yang terlibat.



"Semoga lewat pameran ini dapat membuat semakin banyak warga Italia yang mengenal dan tertarik berkunjung ke Indonesia," tuturnya dalam keterangan pers yang diterima detikHOT.

Direktur Museum, Filippo Gambari dalam pembukaan pameran menyatakan eksibisi ini tidak hanya ditujukan untuk menampilkan artefak dari Indonesia dan Malaysia pada abad ke-19.

"Keempat sudut pandang dijadikan tema instalasi karya sebagai upaya menjembatani pendekatan sejarah dengan bahasa seni kontemporer serta narasi otobiografi guna menghasilkan materi dasar bagi proses berpikir dan kreasi manusia. Semua orang memiliki perspektifnya masing-masing dalam melihat sebuah obyek", ujarnya.

Artefak Warisan Budaya Nusantara Pukau Warga ItaliaArtefak Warisan Budaya Nusantara Pukau Warga Italia Foto: KBRI Roma


Salah seorang peserta pameran bernama Ahmad Anas Arifin, mahasiswa Teknik Mesin Universitas La Sapienza asal Kediri memilih patung Tau Tau dari Tana Toraja. Artefak tersebut mengingatkannya pada dimensi kehidupan manusia setelah meninggal dunia. Vivaldi Liman, mahasiswa Studi Politik Universitas La Sapienza, memilih miniatur rumah joglo dari bambu karena mengingatkannya pada liburan masa kecil ke rumah nenek. Adapun gong tanah Dayak dipilih Dwi Ismawati, mahasiswi Teknik Mesin Universitas La Sapienza, karena dirinya juga memiliki instrumen serupa di rumah.

Kegiatan ini sendiri diselenggarakan sebagai bagian dari "SWICH - Sharing A World of Inclusion, Creativity and Heritage", sebuah proyek kolaborasi sepuluh museum di berbagai negara Uni Eropa yang bertujuan meningkatkan peran museum etnografi sebagai pusat interaksi budaya di tengah meningkatnya interaksi masyarakat Eropa dengan imigran asing.


(tia/tia)

Photo Gallery
1 1 2 3
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed