Berdiri pada Maret 2014, komunitas yang kini memiliki dua admin itu setiap harinya mempublikasikan sekitar 15 sampai 20 gambar komik. Gambar yang dekat dengan keseharian masyarakat kota dan urban pun sangat digemari.
"Dari ujung ke ujung ada kok komikus yang pernah di-upload Komikin Ajah," ujar Public Relation Komikin Ajah sekaligus kreator @banggaber Rizal Fahmi kepada detikHOT, Jumat (12/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rizal menyebutkan ada lebih dari 18 kota yang berpatisipasi dengan komunitas ini. Di antaranya Riau, Medan, Padang, Palembang, Jambi, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Semarang, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Ponorogo, Bali, dan Makassar.
Cara mengkurasi karya komikus lokal pun terbilang mudah. Biasanya admin yang bertugas akan mencari komik yang sudah di-tag dan di-mention ke Komikin Ajah.
"Nah, yang bakal di-repost itu tentunya komik yang tidak menyinggung SARA, Pornografi, dan menjelek-jelekkan pihak tanpa alasan yang benar. Selebihnya baru deh dilihat dari sisi kualitas gambar," pungkas Rizal.
"Karna belum tentu komik yang gambarnya bagus, kontennya bisa bagus juga," lanjutnya lagi.
Simak: Komik Instagram, Fenomena Baru yang Potensial
Fenomena 'komik instagram' pun dinilai tren yang unik. Bagi sebagian masyarakat umum, komik hanya bisa dibaca dalam bentuk fisik tapi berkembangnya teknologi, kini komik bisa dibaca di ranah maya.
"Di Facebook, banyak komikus lokal yang upload karyanya. Tapi kalau di Instagram komiknya kebanyakan komik-strip dalam format square. Para pembaca disuguhkan nggak harus capek baca komik berlembar-lembar tapi bisa langsung merasakan feeling-nya," tegas Rizal. Komik online insan kreatif lokal dapat dibaca di akun Instagram @Komikin_Ajah.
Jangan lupa ikuti kuis detikHOT dan menangkan hadiah 14 tiket gratis bagi 7 pemenang beruntung!
(tia/mmu)











































