Novel ' Lelaki Harimau' memiliki unsur magis dengan adanya makhluk berupa harimau jadi-jadian dalam tubuh Margio. Margio adalah anak desa yang mewarisi kekuatan mistik dari kakek tercintanya.
Kolumnis Claire Fallon menulis di lembaran-lembaran awal Eka menulis sebuah peristiwa pembantaian yang mengerikan. Namun dengan alur cepat, Margio menjelaskan bahwa ada kekuatan mistik harimau yang ada di dalam dirinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prosa Eka dinilai Fallon mampu menyetrum dengan hanya satu kalimat dan membuat pembaca berdebar-debar. Di titik lain, Eka mampu menuliskannya dengan jelas dan cekatan. Bahkan Fallon menuliskan ada pekerjaan provokatif dan elemen fantastis yang mengejutkan pembaca.
Eka Kurniawan adalah penulis 'Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis' (1999), 'Cantik itu Luka' (2002), 'Cinta Tak Ada Mati dan Cerita-cerita Lainnya' (2005), 'Gelak Sedih dan Cerita-cerita Lainnya' (2005), 'Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi' (2015).
Baca Juga: Mengingat Sejarah Lewat 'Museum Temporer Rekoleksi Memori'
Pada 26 Agustus 2015, 'Cantik itu Luka' diterjemahkan 'Beauty is a Wound' oleh Annie Tucker, penerbit The Text Publishing Company. Sedangkan 'Lelaki Harimau' dialihbahasakan 'Man Tiger' oleh Labodalih Sembiring, penerbit Verso pada Oktober 2015.
Seperti apa ulasan Fallon di Huffington Post? Selengkapnya di sini.
(tia/doc)











































