Setiap penulis pastinya pernah merasakan writers block atau buntu ketika menulis. Namun, istilah tersebut tidak berlaku bagi Neil Gaiman.
"Saya tidak percaya dengan writers block, tapi saya justru percaya dengan 'terjebak'," ucapnya dilansir dari Huffington Post, Selasa (17/11/2015).
Baca Juga: 'Nir-Absolut', Pameran Komunitas PADJAK di Japan Foundation
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika tengah mendiskusikan karya terbarunya berjudul 'The Sandman: Overture', ia memberikan perumpamaan. Ketika seorang penulis tengah bersemangat menulis maka dia akan menulis, tapi ketika writers block tiba maka menyalahkan Tuhan.
"Itu tidak benar. Pemain cello tidak akan menjadi pemain cello jika tidak menghapal blok-bloknya. Tukang kebun juga sama, harus ada usaha," ungkap Gaiman.
Simak: Sardono W.Kusumo Ungkap Alasan Pilih Lokasi Pertunjukan di Pabrik Gula
Namun, ketika penulis berada dalam kondisi 'terjebak' dan kebingungan menentukan pilihan alur dan karakter maka Gaiman punya strategi. "Ketika terjebak, ada puluhan hal yang bisa dilakukan, ini bisa jadi pilihan."
Solusinya adalah memberikan jarak antara satu ide dengan ide lainnya. Ketika datang karakter atau ide terbaru, maka pisahkan dari buku yang sedang digarap. "Tulislah di belakang pikiran, seperti sebuah kertas dan berputar terlebih dahulu agar tidak terjebak, dan carilah cara untuk bergerak maju," tutupnya.
Penulis kelahiran 10 November 1960 silam sebelumnya pernah menerbitkan novel 'Stardust', 'American Gods', 'Coraline', 'The Graveyard Book', serta seri komik berjudul 'The Sandman'. Bukunya 'The Ocean at the End of the Lane' terpilih sebagai buku tahunan dari penghargaan National Book, Inggris.
(tia/mmu)











































