Indonesia di Museumsuferfest 2015, Buah Keberanian dan Kerja Keras

Laporan dari Frankfurt

Indonesia di Museumsuferfest 2015, Buah Keberanian dan Kerja Keras

Is Mujiarso - detikHot
Jumat, 28 Agu 2015 16:38 WIB
Indonesia di Museumsuferfest 2015, Buah Keberanian dan Kerja Keras
Suasana pembukaan Museumsuferfest 2015 di Frankfurt (Ismujiarso/detikHOT)
Frankfurt - Detik-detik menjelang pembukaan Museumsuferfest 2015 di Frankfurt, Profesor Agus Rubiyanto merasa lega. Sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedubes RI di Berlin, dialah yang paling bertanggung jawab atas rangkaian hajat besar Indonesia sebagai Tamu Kehormatan di Frankfurt Book Fair (FBF) 2015. Salah satunya penampilan para seniman Indonesia di festival seni budaya terbesar di Eropa yang digelar di tepi Sungai Main, mulai Jumat (28/8) sore ini.

β€œSaya baru tiba dari Berlin kemarin, dan sudah melihat mereka latihan, semuanya baik dan lancar,” ujar Agus saat ditemui Jumat pagi di Frankfurt.

Sebelumnya, Agus menunggu laporan dari Ketua Komite Pameran, Pertunjukan dan Seminar untuk FBF 2015 Slamet Rahardjo. β€œKarena nggak ada laporan apa-apa, berarti semua baik-baik. Saya mau berangkat nunggu dulu, misalnya kalau ada alat musik yang ketinggalan, bisa saya bawakan dari Berlin,” sambung diplomat yang mengawali kariernya dari dosen di Institut Teknologi Surabaya itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya lega, Agus juga memuji kerja keras Slamet Rahardjo, juga Ketua Komite Nasional untuk FBF 2015 Goenawan Mohamad. β€œSaya senang dan lega melihat Pak Slamet, Pak Goenawan yang sudah sepuh-sepuh tapi semangatnya masih luar biasa,” pujinya.

Bersama dengan Konsul Jenderal RI di Frankfurt Ibu Wahyu Hersetiati yang mewakili Dubes Fauzi Bowo, Agus mewakili Slamet memberikan presentasi kepada Walikota Frankfurt tentang pertunjukan yang telah disiapkan tim dari Indonesia untuk Museumsuferfest nanti. β€œWalikota kaget dan sangat terkesan,” katanya.

Walikota Frankfurt juga akan membuka Museumsuferfest, sesuatu yang menurut Agus jarang terjadi. β€œBiasanya yang membuka perwakilannya saja, setingkat direktur kebudayaan begitu, jadi ini sejarah, pembukaan oleh Walikota dan itu dilakukan di panggung Indonesia sebagai tamu utama,” tutur Agus.

Agus kini pantas lega, karena segala keterbatasan waktu dalam berbagai persiapan Indonesia untuk FBF maupun Museumsuferfest telah terlewati dengan baik. Kata kuncinya, menurut Agus, adalah keberanian.

β€œWaktu Indonesia ditawari untuk menjadi guest of honor FBF 2015, tak ada yang berani, waktunya mepet. Akhirnya saya putuskan, kita harus ambil kesempatan ini, kalau tidak berani kapan lagi, hilang nanti (kesempatannya) untuk memperkenalkan Indonesia,” kenang Agus.

Kini, keputusan Agus dan kerja keras Komite Nasional untuk FBF 2015 telah membuahkan hasil. β€œIndonesia mendapatkan liputan yang positif di media Jerman, kita semakin dikenal. Museumsuferfest nanti diliput televisi dan disiarkan di seluruh Eropa. Ini acara internasional, jutaan pasang mata akan melihat Indonesia lewat panggung festival itu,” ujar Agus.

Panggung Indonesia di Museumsuferfest mengusung tema 17.000 Islands of Imagination’ dan menampilan Djaduk Ferianto dan Kue Etnika, Dwiki Dharmawan and His Polish Friends, Mian Tiara dan pianis Sri hanuraga, Bonita and the Hus Band, JFlow, DJ Cream dan Dira Sugandi. Dari seni pertunjukan tradisional akan tampil barong Osing dan gandrung Banyuwangi. Tak ketinggalan warga Indonesia yang ada di Jerman juga akan memberikan sumbangan penampilan dari aksi angklung hingga tari saman.

(mmu/ron)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads