"Saya sudah sebulan lebih di sini," katanya ketika dihubungi detikHOT, Selasa (7/7/2015).
Seniman yang menciptakan karya 'Kamus Bahasa Terhah' tersebut menceritakan jika pihak pemerintah kota Siheung meminta satu seniman Indonesia untuk ikut berpartisipasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menetap dan membuat karya seni, lulusan Seni Rupa Institut Teknologi Bandung (ITB) ini juga berbagi pengalaman dan budaya Indonesia kepada publik serta komunitas seni di kota tersebut. "Tapi juga bareng bikin instalasi dan karya bareng orang-orang lokal."
Simak: Sastrawan Sufi Candra Malik Rilis Novel 'Mustika Naga'
Sebelumnya, 'Kamus Terhah' yang dibuat Tepu pernah dipamerkannya juga di eksibisi 'Typotopia di Lotte Shoping Avenue pada Oktober 2014 lalu. Seniman yang selalu menggunakan bahasa sebagai medium dalam berkarya ini memang memiliki latar belakang Ilmu Biologi di Universitas Padjadjaran.
Ia juga pernah mengikuti program residensi di Prancis Centre Intermondes, La Rochele (2014). Di tahun yang sama, pria yang akrab disapa Tepu juga berpartisipasi di Art Basel Hong Kong dan Art Biennale di Taiwan. Serta di tahun 2012, Tepu pernah menerima penghargaan Karya Seni Terbaik dalam Bandung Contemporary Award #3.
Jangan lupa baca kisah seniman Kinez Riza menjelajahi pedalaman Afrika hingga Kalimantan dan residensi di Kutub Utara dalam Young&Famous!
(tia/ron)











































