Tahun ini sekaligus menandai perjalanan 50 tahun berkiprahnya acara tersebut dalam dunia kolektor. Untuk merayakan hal ini, Syndicat National des Antiquaries (SNA) selaku penyelenggara membuat perbaruan logo acara.
Christian Deydier selaku presiden SNA menjelaskan bahwa dalam logo terbarunya ia memberikan sebuah tribute empat ekor kuda penarik kereta dan menampilkan Grand Palais. Ini untuk menyimbolkan bangkitnya kejayaan Yunani Kuno dan Romawi Kuno.
Biennale des Antiquaries sendiri selama ini coba terus menyajikan bagaimana keindahan maha karya seni yang mengikuti sejarah hidup manusia. Acara ini ingin terus menempatkan diri sebagai bagian klasik dari gaya hidup di Prancis yang mewah. Acara didedikasikan untuk para pembeli dan kolektor seni kelas atas.
"Karena saat melihat benda seni, mungkin Anda tidak mengetahui siapa seniman di baliknya tapi Anda bisa rasakan eneri dari karya itu," jelas Christian dalam sebuah media luncheon di Grand Hyatt, Jakarta (12/5/2014).
"Ini merupakan pesan penting dari kami, untuk mengajak Anda semua datang ke Paris dan menikmati seni juga cita rasanya." Dalam kesempatan yang sama, SNA juga menggandeng Wallace Chan, ahli perhiasan asal Hongkong untuk berpartisipasi. Acara ini menampilkan kreativitas seni yang dibagi menjadi 15 jenis kesenian.
(ass/ich)











































