Wayang golek kini tak lagi dikenal sebagai salah satu budaya tradisi Jawa saja. Dalam garapan pendalang Sri Waluyo, wayang golek berhasil dibuat dengan konsep modern. "Saya ingin semua penonton menikmatinya," ujarnya saat jumpa pers di Gedung Kesenian Jakarta, Selasa siang (29/4/2014).
Garapannya kali ini akan mengambil unsur-unsur dalam Wayang Golek Cepak Tegalan dengan sajian baru yang diberi nama 'Wayang Golek Pesisiran'. Ia memasukkan kolaborasi antara seni tari, empat orang dalang, dan menggunakan bahasa Indonesia.
"Biasanya kan wayang kulit Solo itu kan selalu pakai bahasa Jawa dengan panggung megah dan mistis. Tapi kalau kelompok saya berbeda," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konsep pagelaran wayang dalam bentuk teater lengkap dan adanya koreografi tari akan disajikan selama 60 hingga 90 menit. Bukan semalam suntuk hingga pagi.
Lakon ini menceritakan dari kisah aslinya berjudul 'Begal Jamaluddin'. Ceritanya dahulu ada seorang perampok yang terkenal sakti. Tak enak melihat kondisi desanya yang miskin, ia menjadi seorang perampok dan menjarah harta orang-orang kaya hingga akhir hayatnya.
Pentas ini akan digelar di Gedung Kesenian Jakarta pada 24 Mei mendatang. Tiket yang dijual berkisar seharga Rp 50 ribu sampai Rp 150 ribu. Tertarik?
(tia/utw)











































