Mural Banksy Senilai Rp 20 Milliar Dicuri Pria Tak Dikenal

Mural Banksy Senilai Rp 20 Milliar Dicuri Pria Tak Dikenal

Tia Agnes Astuti - detikHot
Selasa, 25 Feb 2014 15:34 WIB
Mural Banksy Senilai Rp 20 Milliar Dicuri Pria Tak Dikenal
(dok. Daily Mail)
Jakarta - Seorang pria yang mengklaim bernama Chris tertangkap warga setempat mencuri mural hasil karya Banksy dari dinding bangunan kumuh di New Orleans. Karya seni tersebut diprediksi senilai Rp 20 milliar.

Chris mengatakan ia adalah kurator pameran untuk Galeri Seni Tate Modern, London yang pada April mendatang akan segera menggelar pameran. Sedangkan dari pihak galeri menyatakan mereka tidak ada jadwal pameran dan tak mengenal Chris.

Seorang fotografer, Charlie Varley yang berhasil memotret Chris mengatakan warga menangkap ada empat orang yang mencoba menghancurkan batu bata itu hingga berjam-jam lamanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka menghabiskan waktu untuk menghancurkannya. Katanya akan dikirim ke Tate Modern di London," ujarnya seperti dilansir dari Daily Mail, Selasa (25/2/2014).

Banyak warga yang menduga Chris adalah pencuri yang ingin menjual karya seni Banksy. Namun, ada juga yang mengira ia memang dari pihak museum. "Mereka mengatakan mereka sedang memindahkan potongan seni itu dan segera membawanya ke museum," kata Varley.

Kini, lantaran adanya laporan gangguan ketertiban umum tersebut, Chris dan beberapa orang lainnya sedang diinterogasi pihak kepolisian setempat. Seorang penjaga keamanan pun ditempatkan di dekat situs karya Banksy.

Sedangkan perwakilan dari New Orleans Museum of Art and Ogden Museum of Art Southern menjelaskan jika mereka tidak ada rencana ingin memindahkan karya Banksy ke dalam museumnya.

Karya yang berjudul 'Girl with Umbrella' ini pertama kali muncul pada 2008 silam usai Badai Katrina melanda. Diperkirakan karya stensil tersebut berharga Rp 20 milliar. Harga ini kian meninggi karena nama Banksy pun semakin dikenal masyarakat dunia. Karya seni stensil maupun mural Banksy lainnya sudah makin dikenal di seluruh penjuru Amerika Serikat maupun Eropa.



(tia/utw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads