Diam-diam Buku Online Adolf Hitler Laris Manis, Kemana Royaltinya Mengalir ?

Diam-diam Buku Online Adolf Hitler Laris Manis, Kemana Royaltinya Mengalir ?

Utami Widowati - detikHot
Kamis, 16 Jan 2014 16:36 WIB
Diam-diam Buku Online Adolf Hitler Laris Manis, Kemana Royaltinya Mengalir ?
Adolf Hitler dalam salah satu film propagandanya. (dok.Telegraph)
Jakarta - Ada saat ketika buku Mein Kampf, buku manifesto Adolf Hitler dilarang dibaca bahkan diedarkan. Tapi kini di era keterbukaan, buku itu nyatanya banyak peminatnya. Tapi pembaca lebih banyak membeli dari internet lewat ebook dibanding salinan bukunya.

Di situs penjualan Amazon di Inggris buku ini tercatat pada peringkat pertama sepanjang tahun lalu. Lain halnya dengan tingkat penjualan salinan bukunya yang selalu berada di urutan paling bawah.

Buku aslinya sepanjang 99 halaman yang dicetak penerbit Montecristo Editora yang berbasis di Sao Paulo, Brazilia, edisi ebooknya di Amazon ada pada peringkat pertama terlaris. Juga pada kategori buku Fasisme dan Nazisme, sementara di kategori Ilmu Politik dan Ideologi menempati peringkat kedua.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Amazon memang tidak melansir angka penjualan dari buku-buku yang masuk peringkat laris mereka. Namun indikator signifikannya adalah posisi buku Hitler secara keseluruhan pada peringkat anak tangga termasuk di Paid Kindle Store.

Lalu analis menbandingkan penjualan buku ini dengan sukses fenomenal buku Fifty Shades of Grey, sebagai buku yang selama ini diunduh lebih dari sejuta kali di Kindle.



"Rangking terakhir menunjukkan Mein Kampf bisa mengikuyti tren yang sama dengan buku romantis itu," kata penulis buku yang juga jurnalis Chris Faraone, di website berita digital Amerika Serikat, Vocativ, seperti dilansir oleh The Telegraph.

"Dengan ebook orang jadi tak perlu terlihat memajang buku ini di rak buku atau ruang tamu mereka. Mereka juga tak perlu terlihat menenteng-nenteng buku Hitler saat di kendaraan umum," kata Faraone.

"Namun melihat dari ratusan pembeli ebook buku ini, dan komentar onlinenya, para pembeli buku Hitler online juga beralasan mereka bisa langsung mendelete buku atau diam-diam menyimpan buku ini di salah satu folder mereka."

Buku Mein Kampf (Perjuanganku) di Amerika selama 2013, begitu diterjemahkan oleh James Murphy, penjualannya langsung meningkat hingga 99 persen.

Elite Minds, penerbit berbasis di California yang menyatakan mempromosikan versi digital buku ini biayanya lumayan mahal. "Penjualannya memang bagus, tapi ada dilema moral saat mempromosikannya, dan ketakutan dianggap mempromosikan sesuatu yang bisa disalahgunakan," kata Michael Ford, Presiden di Elit Minds pada Faraone.

"Aku tidak mempromosikan buku ini secara serius. Sebagian besar, aku membiarkan saja buku ini beredar dikalangan yang mengalami sejarah aslinya dan mereka yang memang punya ketertarikaan akademis," kata Ford melanjutkan.

Penjualan ebook buku Hitler ini juga sangat tinggi di India dan Turki, dimana versi buku aslinya juga sempat jadi best seller saat dipublikasikan di tahun 2005.

***

Buku asli Mein Kampf, dipublikasikan dua volume yakni di tahun 1925 dan 1926. Terjual hingga 10 juta salinan selama Hitler berkuasa dan jadi sumber pemasukaan bagi Hitler. Sebagian pembelian dilakukan oleh pemerintah Jerman sendiri untuk dibagikan kepada enam juta tentara dan warganegaranya.

Celebrity Networth, memperkirakan saat itu dari buku ini Hitler menangguk untung sekitar $1 juta per tahun yang setara dengan $12 juta saat ini atau sekitar Rp 145 triliun.

Total pendapatan Hitler dari penjualan buku ini sepanjang hidupnya adalah sekitar $ 152 juta. Nah, royalti penjualan buku ini, setelah Hitler meninggal dunia, hingga saat ini masih jadi kontroversi. Apalagi ketika penjualan ebooknya meledak lagi. Siapa menangguk untung?

Ford mengatakan bahwa pihaknya menggunakan keuntungan buku itu untuk "mengembangkan produklain yang bisa membantu orang banyak." Sementara tak ada komentar dari Montecristo Editora akan diapakan keuntungan mereka dari peredaran buku ini.

***

Saat Hitler bunuh diri tahun 1945, hak cipta buku itu dimiliki oleh Kementerian Keuangan Negara Bavaria. Keponakan Hitler, Leo Raubal, mungkin paling berhak atas hak cipta ini. Namun Raubaal menolak memiliki hak cipta buku itu, termasuk pula royalti yang terus mengalir darinya.

Sejak saat itu otoritas Bavaria melarang salinan buku ini diterbitkan di Jerman, dan hanya dijual untuk kepentingan penelitian. Nah, tahun lalu, 70 tahun sejak kematian Hitler, hal cipta buku ini sudah melewati masanya dan siapapun bisa menerbitkannya kembali di Jerman.

Memang ada lebih sedikit batasan untuk menerbitkan buku ini di luar Jerman. Meski di Inggris misalnya buku ini sempat dilarang beredar antara tahun 1945 hingga 1969.

Penerbit Random House, yang kini memegang hak penerbitan di Inggris, menyumbangkan semua keuntungan dari penjualan buku ini. Tahun 2001, terungkap bahwa German Welfare Council (GWC), lembaga berbasis di Inggris telah menyumbang masyarakat Yahudi korban Hitler pada Holocaust, lebih dari ÂŖ500,000 yang berasal dari pembayaran royalti dari Random House sejak 1976.

GWC mendapat kritik keras atas penerimaan sumbangan ini, hingga akhirnya mereka menolak menerima sumbangan lebih lanjut. Random House sendiri lantas mengumumkan bahwa royalti buku ini akan tetap disumbangkan ke lembaga lain.

Di websitenya, penerbit ini menyatakan bahwa buku Mein Kampf adalah "buku yang jahat, tapi tetap penting dibaca untuk mereka yang ingin memahami Holocaust. Untuk mahasiswa yang belajar tentang totalitarian, psikologi dan mereka yang ingin mengamankan demokrasi."

Mengikuti Random House, penerbit Houghton Mifflin di Amerika yang juga membeli hak cipta buku ini, menyatakan hasil penjualan mereka juga akan disumbangkan.

Desember 2013 lalu, pemerintah Jerman akhirnya memperbolehkan Mein Kampf. Namun hanya diedarkan oleh Institut Sejarah Kontemporer Munich, Institut fÃŧr Zeitgeschichte. Hingga kini para ahli sejarah Jerman masih menelaah buku yang rencananya baru akan diedarkan pada tahun 2015.

(utw/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads