Puas Berfoto Dengan 11 Lukisan Dalam 20 Menit

Euforia Artphoria (7)

Puas Berfoto Dengan 11 Lukisan Dalam 20 Menit

- detikHot
Rabu, 18 Des 2013 16:01 WIB
Puas Berfoto Dengan 11 Lukisan Dalam 20 Menit
Jakarta - Apa ya sensasi menginjak lukisan raksasa, yang dilukis oleh maestro dalam lukisan tiga dimensia Kurt Wenner. Nuraini Cassandradewi, 25 tahun, menceritakan pada detikHOT soal pengalamannya di hari Minggu (15/12/2013) lalu di Artphoria 2013.

Karyawan yang bekerja dibidang hubungan masyarakat ini mengunjungi pameran seni Artphoria 2013 di Ciputra Artpreneur Centre, Ciputra World 1, lantai 11, pada hari kedua pameran ini dibuka.

Ia yang datang bersama seorang teman dan keponakannya ini, tampak antusias. Karena jatuh di akhir pekan, ia harus membayar Rp. 90 ribu untuk tiket dewasa dan Rp. 60 ribu untuk tiket anak-anak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tahu info pameran ini dari teman, karena ia bercerita ada lukisa tiga dimensi jadi saya tertarik datang. Ingin melihat langsung bagaimana sih seni lukis tiga dimensi," ujarnya kepada detikHOT.




Mengelilingi ruangan dengan luas sekitar 2000 meter persegi, sembari mampir berfoto pada tiap karya yang ditawarkan, Nuraini mengaku hanya menghabiskan waktu sekitar 20 menit.

"Dulu saya pernah dengar ada lukisan tiga dimensi di Grand Indonesia, melihat teman berinteraksi dengan lukisan untuk difoto."Karena saat itu ia mengaku tak sempat mampir, maka kesempatan kali ini serasa haram untuk dilewatkan.

Namun perlu diingat, lukisan yang dipamerkan di Artphoria 2013 ini berbeda dengan lukisan tiga dimensi yang tahun lalu pernah dipamerkan. Kali ini, senimannya, Kurt Wenner, bermain dengan bidang datar, ia bermain dengan gradasi warna dan meneksplorasi geometri. Lukisannya pun diletakkan di lantai dan pengunjung dipersilahkan menginjak karyanya.

"Senang juga ya, ada seniman maestro yang mengunjungi Indonesia dan memamerkan karyanya disini. Supaya seniman di Indonesia bisa terinspirasi dan membuat karya besar seperti itu juga," jelasnya.

Bagi Nuraini, karya Kurt Wenner itu akan semakin menarik bila tidak terisolir di dalam ruang, karena akan memberi akses bagi lebih banyak orang untuk berintekrasi dan memiliki unsur kejutan seperti seni jalanan pada umumnya. "Pasti jadi lebih banyak orang yang melihat, penasaran dan interaksinya juga jadi lebih langsung."



Nuraini yang tak memiliki latar belakang seni, mengaku selalu tertarik dengan banyaknya perkembangan kreasi di bidang seni.

Di matanya, karya seniman Indonesia yang ikut dipampang dalam Artphoria kali ini, memang masih cukup jauh dari bersaing dengan karya tiga dimensi Kurt Wenner. Dalam artian seniman asal Amerika Serikat ini, masih sangat mendominasi ruang pameran dan perhatian juga lebih tersedot ke karya si maestro.

Namun ia berharap seniman di Indonesia tak akan lelah untuk terus belajar, berkarya dan berkembang. Agar kesenian kita bisa disegani dalam tataran global. "Soalnya seni itu harus terus dieksplorasi sampai kapanpun, hasilnya juga akan pernah sama. Jadi sangat kaya."



(ass/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads