Karya Seni Buku Harian Juga Ada di Artphoria 2013

Euforia Artphoria (4)

Karya Seni Buku Harian Juga Ada di Artphoria 2013

- detikHot
Rabu, 18 Des 2013 13:17 WIB
Karya Seni Buku Harian Juga Ada di Artphoria 2013
Salah satu seniman di Artphoria 2013, Rotua Magdalena Pardede (Dok.Astrid/ detikHOT)
Jakarta - Karya seni dan seniman menjadi dua hal terpisah tapi juga bisa sebagai sebuah kesatuan. Seperti yang ada pada karya seniman, Rotua Magdalena Pardede Agung.

Dalam Artphoria 2013, karyanya ikut dipampang. Ruang hasil karya seninya disulap menjadi sebuah ruang tengah di rumah yang sarat kehangatan.

Lukisan-lukisan dengan pilihan warna teduh dan guratan garis yang feminim ini, bertebaran di 'ruang tengah' miliknya ini. Seniman jebolan Grafis Murni, Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini, memberi judul karyanya sebagai Diary of My Journey.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini merupakan karyaku dari beberapa periode, ceritanya mengenai perjalanan seorang perempuan," ujarnya kepada detikHOT (15/12/2013).



Salah satu idenya karena Magda, demikian perempuan ini akrab disapa, telah selesai mengekspos isi dari buku R.A. Kartini yang berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang.

"Tempat ini aku buat menjadi seperti living room sebenarnya, jadi orang bisa masuk, bisa baca buku, bisa tahu perjalananku dan melihat karyaku."

Dengan ragam karya yang ia rangkum dalam sebuah ruang ini, Magda mengaku juga menggabungkan berbagai media dan elemen dalam menerjemahkan ide untuk karyanya.



"Di sini aku juga menggabungkan teknik digital dan manual. Misalnya, aku membuat ranting, aku suka sekali ranting, karena ini seperti sesuatu yang terus bertumbuh, lalu lingkaran-lingkaran ini menyimbolkan roda kehidupan yang selalu berputar."

Jadi selain ada lukisan, cetak manual maupun digital, menjahit, ia juga membentuk sebuah instalasi demi menyempurnakan ruang perjalanannya ini.

Ia membuat karya yang bercerita soal perjalanan seperti sebuah buku harian. Untuk merangkum bahwa dalam hidup kita tidak selalu bahagia maupun selalu bersedih. Di sebuah meja dalam display pamerannya.



Magda memajang sebuah buku besar, ternyata buku ini berisi ragam lukisan yang dijahit jadi satu bak scrapbook. "Buku ini berisi proofprint karya digital aku, yang ditambahkan ilustrasi baru dan kemudian aku jahit juga tambahkan beberapa aplikasi yang sangat feminin," jelasnya.

Karya ini ada untuk menceritakan pemikiran seorang perempuan atas cinta, harapan, kasih dan lainnya.

Magda juga mengatakan sangat terinspirasi oleh hal-hal yang dekat dengan kehidupannya. Jadi bisa dibilang karya-karya yang ia tuangkan melalui berbagai media bersifat sangat personal.

Magda sendiri mendapat tawaran untuk memajang karyanya dalam acara Artphoria 2013 ini sejak sekitar dua bulan lalu. Sejak itu, ia langsung mengeksekusi beberapa karya baru untuk dipamerkan disini.

Karya Magda bersama karya dari Kurt Wenner dan empat seniman lokal lainnya, akan dipamerkan hingga 26 Januari 2013 di Ciputra Artpreneur Centre, Ciputra World 1, lantai 11.





(ass/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads