Karena Banksy, Hakim Membebaskan Anak Muda Ini dari Penjara

Karena Banksy, Hakim Membebaskan Anak Muda Ini dari Penjara

- detikHot
Minggu, 08 Des 2013 12:39 WIB
Karena Banksy, Hakim Membebaskan Anak Muda Ini dari Penjara
(dok. Huffington Post)
Jakarta - Banksy boleh dikata memang sakti. Si street artist misterius dengan karya fenomenalnya, 'Better Out Than In' di New York bukan hanya menggugah perhatian banyak orang.
Tapi juga mempengaruhi keputusan pengadilan dan membebaskan seorang anak muda dari penjara.

Tom Dewhurst, 22 tahun, adalah pria asal Manchester, Inggris -- mantan supir forklift yang kini menganggur.

Di banyak waktu luangnya dia bukan sepi kegiatan. Dia banyak membuat karya seni jalanan. Terutama di malam hari. Sialnya suatu kali dia tertangkap polisi ketika menandai karyanya dengan tanda tangan khasnya, 'DMB'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun justru karena tertangkap itu Dewhurst jadi perhatian publik. Dia bahkan sudah mendapat julukan 'The Next Banksy'. Hebatnya julukan itu tak lain disematkan oleh seorang hakim yang memimpin pengadilan atas Dewhurts.



Berbagai bukti menunjukkan Dewhurst bersalah karena menyebabkan kerusakan fasilitas umum senilai ribuan poundsterling yang berarti dia pantas diganjar hukuman penjara 3,5 tahun.

Tapi apa yang terjadi? "Aku mungkin akan ditegur karena keputusan ini. Tapi tampaknya kau benar-benar berbakat dan mungkin bisa jadi Banksy selanjutnya," kata sang hakim di pengadilan saat membebaskan Dewhurst seperti dikutip Huffington Post.

***

Bukan berarti Dewhurst bisa melenggang keluar pengadilan begitu saja. Dia tetap harus membayar denda Β£1000 atau sekitar Rp 19.5 juta dan menjalani kerja sosial selama beberapa jam.

Denda dan kerja sosial ini jauh lebih ringan dibanding kasus mirip yang terjadi pada Kristian Holmes, ayah dua anak dan seniman grafiti dari Inggris juga.

Holmes yang didakwa menimbulkan kerugian sampai ratusan juta pounstreling, Juni lalu mendapat hukuman yang sangat ekstrim.

Hukuman buat Holmes malah tiga kali lebih berat dibandingkan hukuman untuk Stuart Hall, entertainer Inggris yang terbukti melakukan pelecehan seksual terhadap lebih dari selusin gadis kecil.

***

Di Amerika Serikat, seniman jalanan jarang mendapat pengampunan seperti Dewhurst. Karena ada sebuah satuan khusus di kepolisian yang operasinya khusus menangani masalah grafiti ini.

Di pengadilan juga tidak ada penilaian yang mempertimbangkan bakat si seniman yang tertangkap.



Jadi apa yang sebenarnya membuat hakim dalam kasus Dewhurst membuat keputusan yang berbeda dan mempertimbangkan bakat si Dewhurst?

Banyak pihak menduga residensi Banksy di New York yang berlangsung diantara kasus Holmes dan Dewhurts dan menyita perhatian dunia jadi penyebabnya.

Dibanding karya Banksy, goresan Dewhurst sejauh ini lebih tegas, dengan huruf yang gemuk dan warna yang terang. Tanpa kenakalan ala Banksy yang klasik dan menggigit.

Jadi meski menguntungkan buat Dewhurst sang hakim tampaknya agak terbawa tren Banksy. Atau bisa juga dilihat, mungkin memang sudah saatnya seni jalanan dilihat secara serius. Lalu, setiap orang akan mencari siapa Banksy selanjutnya?




(utw/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads