Penjualan yang dilakukan melalui lelang itu mencapai harga dua kali lipat lebih tinggi dari harga yang ditawarkan. Yakni senilai $46 juta atau sekitar Rp 551 miliar. Ini juga berarti memecahkan rekor harga penjualan benda seni karya seniman Amerika Serikat.
Seperti dikutip dari The Guardian, 'Saying Grace' adalah salah satu dari tiga karya ilustrator Saturday Evening Post itu yang berhasil dijual di rumah lelang Sotheby New York kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum Saying Grace, ada beberpa lukisan yang dijual seharga $15-20m. Tak heran harga $46 itu termasuk luar biasa. Pembelinya masih dirahasiakan.
Pada tahun 2006 di rumah pelelangan yang sama karya Rockwell lain, 'Breaking Home Ties', berhasil dijual seharga $15 juta.
Dalam pelelangan Rabu kemarin, lukisan 'The Gossips', juga terjual seharga $8,5 juta, dengan lukisan ketiga 'Walking to Church', terjual mencapai harga lebih dari $3,2 juta.
Selama lebih dari dua dekade, tiga lukisan itu dipinjamkan ke Norman Rockwell Museum Stockbridge, Massachusetts, yang juga memiliki koleksi dunia terbesar dari karya asli Rockwell.
Rockwell dibayar $3,500 untuk pembuatan 'Saying Grace'. Tapi kemudian cover majalah edisi perayaan Thanksgiving yang muncul pada tahun 1951 itu menjadi pilihan favorit pembaca dalam polling pada tahun 1955.
Ide ilustrasi itu muncul dari pembaca yang melihat sebuah keluarga sedang berdoa di restoran. Anak lelaki Rockwell, Jarvis, adalah salah satu yang menjadi model saat sang pelukis menuangkan ide tersebut dalam lukisannya.
Rockwell membuat karya covernya pertama untuk The Post pada tahun 1916. Dia menggambarkan refleksinya akan sebuah kota kecil di Amerika dan potret sejumlah orang.
Rockwell menghabiskan waktu selama 47 tahun di majalah tersebut dan menghasikan 321 cover majalah. Dia meninggal pada tahun 1978.

Β
Ilustrasi berjudul 'The Gossips', yang menjadi cover edisi 6 Maret 1948, konon berkisah tentang tetangga-tetangganya yang suka usil.
'Walking to Church' muncul di cover edisi 4 April 1953. Menggambarkan sebuah keluarga yang hendak pergi ke gereja dalam pakaian terbaik mereka. Rockwell mengatakan dasar lukisannya ini adalah karya Johann Vermeer.

Tiga lukisan Rockwell ini dijual oleh keluarga Kenneth Stuart, art direktur Rockwell di majalah tersebut. Penjualan itu berhasil dilakukan setelah sengketa akan peninggalan seni antara ketiga anak lelaki Stuar selesai.
Rockwell dan Struat bekerja bersama selama 18 tahun.Laurie Norton Moffatt, direktur museum Rockwell berharap suatu saat lukisan itu akan kembali menjadi milik museum.
"Kami menyayanginya seperti anak-anak kami, kami berharap suatu saat mereka akan kembali ke museum ini tempat dimana seharusnya mereka berada kata Laurie seperti dikutip dari The Guardian.
(utw/utw)











































