Salah satunya adalah seorang sastrawaran dari Amerika, John McGlynn. Ketertarikannya dengan wayang membawanya ke Indonesia sejak 38 tahun silam. Sejak saat itu, John mendalami lebih lagi mengenai wayang.
Kini, dalam rangka perayaan 10 tahun wayang dinyatakan UNESCO sebagai 'Intangible Cultural Heritage of Humanity', John bersama Yayasan Lontar bekerjasama dengan Total E&P Indonesie meluncurkan Paket Pendidikan Wayang bertajuk 'Wayang Untuk Dunia'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Paket tersebut berisi dua set film lakon terkenal, yakni "Makutharama" dan "Sesaji Raja Surya". Pementasan dilakukan dalam bahasa Jawa, masing-masing film dilengkapi subtitle bahasa Inggris dan Indonesia.
Paket ini juga berisi tujuh buku yang berisi dua lakon tersebut lengkap dengan notasi musik karawitan dan ilustrasi seluruh tokoh wayang.
"Kami bertujuan untuk membuat pekahar di seluruh dunia tertarik mempelajari budaya wayang kulit dan mereka bisa menggunakannya sebagai referensi dasar penciptaan karya seni kreatif," kata John.
Dalam pengerjaan yang memakan waktu selama enam tahun ini, John dibantu oleh Kathryn Emerson, wanita asal Kalamazoo, Michigan, Amerika Serikat.
"Sampai saat ini saya sudah berhasil terjemahkan 25 lakon," kata Kathryn yang kemudian jatuh cinta dan menikah dengan seorang pemain karawitan.
Ketua Pengurus Yayasan Lontar, Rohmad Hadiwijoyo, mengatakan, Paket Pendidikan Wayang yang diluncurkan ini juga bertujuan untuk mengajak generasi muda untuk lebih mencintai budaya Indonesia.
"Dunia sudah mengakui, sebagai masyarakat kita harus bangga dan perlu melestarikan budaya wayang kulit ini khususnya di kalangan generasi muda," ujar Rohmad.
(kmb/kmb)











































