Seni melukis di dinding atau disebut mural bisa dibuat oleh siapa saja. Termasuk bagi pria yang akrab disapa Danuri atau Pak Nur.
Sehari-hari, ia bekerja sebagai pemulung sampah yang bertahan hidup dan tinggal di kawasan TB. Simatupang, Jakarta Selatan.
Di tempat itu, ia menggarap sebuah karya mural bertuliskan 'Jadilah Diri Sendiri Seutuhnya, Buatlah Prestasi Yang Anda Sumbangkan Untuk Kehidupan Ini'. Mural ini menjadi salah satu karya yang terjaring dalam kegiatan Jakarta Biennale 2013.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mau mengajak dan membangun generasi, jadilah diri sendiri seutuhnya, buat prestasi, sumbangkan kepada kehidupan ini. Maksudnya membangun generasi itu, supaya kita tidak hanya berpangku tangan, berkaryalah!" demikian serunya ketika diwawancarai detikHOT.

Sebelum berani menjajal media tembok, Pak Nur menorehkan aspirasinya lewat gambar dan tulisan di gerobak. Inspirasi tulisan-tulisan protesnya, ia akui datang dari renungan seusai membaca berita.
"Saya kadang merenung, gimana sih di Indonesia enggak ada manusia yang ksatria. Perut melulu yang diurusin!"
Ya, iya pun membuktikan ini. Tumpukan rupiah yang tak seberapa bagi para karyawan kantoran, tak ia timbun untuk membangun rumah yang layak atau membeli sepeda tua.
Baginya bukan materi yang terpenting, namun ilmu. "Beginilah nasib saya yang enggak beruntung secara materi, tapi secara ilmu saya kaya, ha..ha..ha..," ujarnya sembari tertawa lepas.
Sayangnya, beberapa karyanya sering terkena pembersihan ruang kota. Namun, banyak pula siasat yang ia lakukan agar muralnya tetap berada di tembok.
Dengan karyanya ini, Pak Nur juga berharap bisa bertemu Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. Bahkan saat pembukaan Jakarta Biennale 2003, 9 NOvember lalu, ia ingin Jokowi ikut peduli dengan eksistensi karyanya di jalanan.
(ass/tia)











































