Bantal Bentuk Payudara Simbol Perempuan Begadang dan Kenyamanan

'Begadang, Neng?' Begadang Kreatif Ala Perupa Perempuan (3)

Bantal Bentuk Payudara Simbol Perempuan Begadang dan Kenyamanan

Tia Agnes Astuti - detikHot
Senin, 04 Nov 2013 11:39 WIB
Bantal Bentuk Payudara Simbol Perempuan Begadang dan Kenyamanan
Salah satu karya Marishka Soekarna (Tia Agnes/detikHOT)
Jakarta - Bantal berbentuk payudara besar itu menyembul dari belasan karya bantal di pameran β€˜Begadang, Neng?’ malam itu. Dua bagian yang berwarna coklat sengaja ditonjolkan, di ujungnya ada bulatan kemerahan.

Sang perupa bantal tersebut adalah Marishka Soekarna, 28 tahun, lulusan dari Seni Grafis di Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia mendapatkan ide membuatnya ketika sedang menyusui anaknya di malam hari.

β€œAku mikir kok anakku tidurnya nyenyak banget ketika lagi disusui. Apakah tidur didekap di payudara itu bisa menenangkan dan buat seseorang tidur nyenyak?” katanya kepada detikHOT.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyusui anaknya sampai dua tahun. Selama itu pula, ia sering begadang mengurusi buah hatinya bersama suami. Serta sambil melakukan pekerjaan sebagai seorang ilustrator dan perintis label UGLY dengan produk tas kulit bersama dua orang rekannya.



β€œKayaknya wanita itu pada kuat begadang. Setelah begadang, ia bangun pagi untuk urusi suami dan anaknya. Apalagi pas aku lagi menyapih anakku,” kata Marishka.

Wanita kelahiran 1983 ini juga membuat ilustrasi jika siapa pun yang tidur di bantal buatannya mampu tidur dengan nyenyak dan penuh kenyamanan. Pasalnya, dekapan di dada wanita adalah sebuah kenikmatan.

Marishka tak hanya membuat bantal tersebut, tapi ia juga ahli dalam membuat perpaduan antara menggambar dan teks. Kreasi ini diaplikasikannya terhadap jam dinding. Di atas jam yang berwarna dasar, ia berhasil membuat karya unik.

Di sana, gambar besarnya terdapat seorang wanita berambut sepundak. Ia mengaplikasi warna mayoritas adalah merah muda. Ada gambar seorang wanita memakai bikini yang duduk selonjoran, kantung mata yang tampak memerah, bantal, dan kepala manusia dengan kabel colokan.



Sedangkan di bagian teksnya, Marishka meletakkan frase-frase penuh makna. Seperti angka 2920 sebagai total angka waktu tidur manusia yang ideal selama setahun. Serta kata β€˜pillow talk' yang berarti pembicaran antara bantal dan diri sendiri.

β€œKata-kata ini kepikiran saat aku begadang. Aku kerjakan dua hari meski kepotong sama ngurus anak. Teksnya muncul begitu saja,” ujarnya.

Ia juga dikenal sebagai illustrator penuh warna. β€œPengalaman ini aku dapat pas begadang melulu. Aku memang cenderung pakai teks dan permainan kata-kata,” ujarnya.

Sebelumnya, Marishka pernah membuat pameran seperti Proyek Buku Sketsa di Ruru Gallery dua tahun lalu. Serta 'The Sweet and Sour Story of Sugar' di Ruru dan Noorderlicht, Galeri Seni Kunstskring, Jakarta tahun lalu.

(utw/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads