Kalau melihat es krim cone, jatuh dan meleleh dipinggir jalan, pasti kita anggap itu sampah. Namu bagaimana jika ada sebuah truk es krim yang meleleh di pinggir jalan? Pasti ini membuat pejalan kaki yang tak sengaja lewat keheranan.
Ternyata ini sebuah instalasi karya dari kelompok The Glue Society untuk sebuah festival di Sydney. Tak hanya itu, masih ada beragam seni yang disebut 'liar' itu, berserakan di mana-mana.
Pohon yang seolah kejatuhan bom benang wol, juga seluruh pasir di pantai yang diukir hingga menipu mata. Ini bukanlah karya seni yang Anda akan jumpai dalam museum atau galeri-galeri bergengsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penulis David Carrie dan Joachim Pissarro lebih suka menyebut ini sebagai 'Wild Art', kata ini juga dipilih untuk menjadi judul dari buku terbaru mereka. Mereka melakukan survey, dan membuktikan bahwa seni yang liar ini biasanya luput dari perhatian para kritikus seni, sejarawan dan kurator. Maka buku ini, coba mempertanyakan lagi pertanyaan klasik mengenai definisi seni dan alasan di baliknya.
"Kami mulai sadar, ketika membuka mata, kami menemukan seni ini ada di mana-mana. Tapi kami itu dididik untuk tidak melihat ini sebagai jenis kesenian," ujar David Carrie, seperti apa yang dilansir dari Huffington Post (29/10/2013). Carrie sendiri telah memegang gelar profesor bidang seni.
"Kami bicara mengenai orang yang tidak menjadi bagian dari arus utama tapi telah mencapai titik tertentu dari popularitas di dunianya sendiri dan hidup dari sana." kata Joachim Pissarro. Ia pun telah memiliki gelar profeseor bidang seni dari Hunter College, New York.
Buku ini perisi 10 bab yang menggambarkan beberapa aliran seni di luar arus utama, termasuk seni yang sudah akrab seperti arsitektur dan seni jalanan. Setiap babnya berisi sekitar 50 foto dari karya seni.
(utw/utw)











































