Banksy Menyerang Kota New York Sebulan Penuh

Banksy Menyerang Kota New York Sebulan Penuh

Astrid Septriana - detikHot
Selasa, 08 Okt 2013 12:01 WIB
Banksy Menyerang Kota New York Sebulan Penuh
Jakarta - Ungkapan "semua lukisan yang dikerjakan di dalam studio, tidak akan pernah sebagus yang dikerjakan di luar" milik Paul CΓ©zanne, dipinjam oleh Banksy, untuk dipampang pada halaman muka situsnya.

Seniman jalanan asal Inggris ini menggelar sebuah pameran terbukanya berjudul 'Better Out Than In' dan berlangsung selama bulan Oktober. Banksy menyerang jalanan di seputar kota New York dengan memberikan tag secara sporadik pada lokasi-lokasi misterius.



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia juga menyuguhkan foto-foto mural itu ke akun Instagram. Agar para penggemarnya bisa mencari tahu letak karya itu, mengunjunginya, atau setidaknya mengetahui seperti apa karya Banksy.

Pameran terbuka ini merupakan sebuah residensi Banksy di Kota New York selama satu bulan. Artinya pada setiap hari di bulan Oktober, ia akan membuat mural baru.

Pada 1 Oktober lalu, di Manhattan, ia telah membuat karya berjudul The Street Is In Play. Dimana ada seorang anak laki-laki tanpa alas kaki, yang bertumpu pada tubuh temannya dan hendak mengambil sekaleng cat spray. Namun sayang, tak sampai satu hari, karya ini ditutup cat putih.
Β 
Namun Banksy tampaknya tak mau menyerah. Karyanya yang dibuat pada hari kedua dituangkan pada sebuah pintu garasi. Grafiti bertuliskan 'This is my New York accent', dan dibawahnya bertuliskan 'I normally write like this'. Sementara 7 Oktober kemarin, Banksy membuat sebuah balon merah berbentuk hati yang tampak seperti terbawa angin.



Banksy juga membuat stensil nomor telfon yang ia letakkan dekat karyanya, nomor telefon dengan kode 1-800 ini bebas pulsa dan ditujukan agar penggemar yang ingin mengetahui lokasi lanjutan dari karyanya bisa menghubungi ini. Dan juga untuk melaporkan bila karya Banksy hilang.

Sementara banyak pihak yang ingin merusak bahkan menghilangkan karya Banksy, warga yang berada di wilayah East Williamsburg, yang memiliki karya berjudul 'Dirty Underwear' dari Banksy tak mau kehilangan karya itu. Mereka menyatakan akan menjaga karya Banksy sekuat tenaga.

"Lebih dari seribu orang datang pada hari ini, kami melindungi ini dengan memberikan lapisan Plexiglas, agar karya tidak kotor dan semua orang bisa menikmatinya," ujar salah satu warga Robert DeJesus, 41 tahun, seperti apa yang dilansir dari Daily News (08/10/2013). Di sisi lain, banyak pihak yang menganggap bahwa penghapusan karya Banksy ini merupakan bagian dari rencana sang maestro seni jalanan itu.

(utw/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads