Suka Duka Heri Hito Kampanyekan Sketsa Batik

Eksplorasi Visual Batik (5)

Suka Duka Heri Hito Kampanyekan Sketsa Batik

- detikHot
Rabu, 02 Okt 2013 15:02 WIB
Suka Duka Heri Hito Kampanyekan Sketsa Batik
Jakarta - Perjalanannya berkiprah dalam dunia desain grafis selama 20 tahun, pria yang dikenal bernama Heri Hito ini justru tertarik terhadap keindahan batik. "Awalnya suka ornamen Eropa, setelah tahu batik jadi terpukau," ujarnya kepada detikHOT Senin malam (30/9/2013).

Ia pun belajar seni batik tradisional secara otodidak. Hingga membaca beragam buku mengenainya, dari yang terbitan lama sampai yang dijual di situs amazon. Bahkan Heri mengaku masih ada 30 buku miliknya yang ada di Amerika Serikat.

"Saya beli banyak buku lewat Amazon, tapi saya enggak percaya pengelolaan shipping di sini. Karena takut rusak atau kenapa-kenapa saya titip dulu sama teman di Minessota. Entah kapan sempat ambilnya, ha..ha..ha..," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Pada akhir 2009, Heri mempunyai ide membuat kreasi batik masa kini. Ide tersebut ia beri nama dengan NeoBatik Visual. Kata-kata tersebut merupakan singkatan dari Network (N), Eksplorasi (E), dan Observasi (O).

Misi dasarnya adalah sebagai wadah kolaborasi dan eksplorasi motif maupun visual batik untuk berkarya bagi anak-anak muda. Dalam hasil produk kolaborasi, nantinya akan ada ide visual alternatif yang ditawarkan ke publik.

Sedangkan misi ketiganya adalah meneliti secara langsung di lapangan maupun mengumpulkan berbagai data informasi.

"Seperti yang saya bilang tadi, saya kumpulkan katalog batik yang pernah diterbitkan, juga majalah-majalah batik kuno. Koleksi langka pun kami hadirkan sebagai referensi bagi NeoBatik," kata Heri.

Sayangnya konsep dan ide visual batik tersebut mengendap. Rencana peluncuran wadah kreativitas itu pun tertunda hingga tiga tahun berikutnya.

Ada berbagai alasannya, mulai dari Heri yang belum siap mengembangkan kreasi idenya hingga soal membagi waktu dengan pekerjaan utamanya.

Pria yang kini bekerja sebagai desainer grafis di perusahaan swasta ini juga menceritakan suka dan duka di balik hadirnya NeoBatik. Ia mengaku sempat bermimpi mengenai hasil ide sketsa batik ini.

"Di mimpi saya, ketika mau naik atas, saya turun gunung lagi. Mimpi yang kedua, saya ketinggalan kereta. Apa ini karena saya tak jadi mempublish NeoBatik yah. Akhirnya, syukur alhamdulillah tahun ini terlaksana."

Meski Heri merupakan penggagas awal adanya Neobatik tapi masih ada anggota lainnya yang bekerja bersamanya. Di antaranya M.Yusron, Achmad Taufik, Hastrianto, dan Prasetya.

Awalnya Heri mengawali karir sebagai visualizer di Clothing Company dan bekerja di periklanan. Lalu ia mendalami seni visual batik sebatas hobi saja.

Namun, karya visual batiknya memperoleh berbagai penghargaan. Di antaranya di kompetisi Inaprint Award, Damn I Love Indonesia, Mortar Utama. Serta mural batik yang diadakan Open Space-Google Indonesia awal tahun ini.

"Saya mau tularkan ke mereka anak-anak muda, kita itu punya warisan yang keren banget. Jangan sampai kehilangan jati diri tanpa ada batik di sekitar kita," kata Heri.

Pria kelahiran Malang ini pun berharap semoga ide kreasi yang dilemparkannya ke publik ini mendapatkan sambutan positif. Nantinya, bisa membuka kesadaran kolektif generasi muda untuk melestarikan dan mampu membuat ide-ide segar.









(utw/utw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads