'Goyang Penasaran', dari Cerpen ke Panggung Teater

'Goyang Penasaran', dari Cerpen ke Panggung Teater

- detikHot
Selasa, 17 Apr 2012 10:32 WIB
Goyang Penasaran, dari Cerpen ke Panggung Teater
Jakarta - Penyanyi dangdut Salimah, yang digemari sekaligus dihujat, akan melanjutkan goyangan mautnya dari halaman buku cerita pendek ke atas panggung teater. Pertunjukan teater 'Goyang Penasaran' akan digelar di Teater Salihara, Jakarta, Kamis dan Jumat (19-20/4/2012) pukul 20.00 WIB.

'Goyang Penasaran' memang berawal dari sebuah cerpen. Intan Paramaditha menulisnya untuk antologi 'Kumpulan Budak Setan' (2010), bersama Eka Kurniawan dan Ugoran Prasad. Sesuai judulnya, buku kumpulan cerpen tersebut berisi kisah-kisah horor, yang dimaksudkan sebagai penghormatan atas penulis novel horor Abdullah Harahap.

Sebagai pertunjukan sandiwara panggung, 'Goyang Penasaran' pertama kali dipentaskan oleh Teater Garasi di studio mereka di Yogyakarta, 14-16 Desember 2011. Pentas di Salihara nanti merupakan bagian dari hajatan Forum Seniman Perempuan Salihara Menjunjung Ibu Bumi yang digelar sepanjang April-Mei 2012.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertunjukan "untuk dewasa" tersebut disutradarai oleh Naomi Srikandi, yang juga menulis naskahnya bersama Intan. Lakon ini berkisah tentang Salimah, seorang penyanyi dangdut yang digemari. Namun, Haji Ahmad, guru mengajinya waktu kecil dulu, menyebutnya sumber dosa, dan melarangnya tampil di desa.

Sementara di sisi lain ada Solihin, pemuda perlente yang kemudian jadi lurah yang tergila-gila padanya. 'Goyang Penasaran' mengolah cerita hantu untuk mempersoalkan cara pandang masyarakat terhadap tubuh, seksualitas, agama dan kekerasan di Indonesia beberapa waktu belakangan.


(mmu/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads