'Goyang Penasaran' memang berawal dari sebuah cerpen. Intan Paramaditha menulisnya untuk antologi 'Kumpulan Budak Setan' (2010), bersama Eka Kurniawan dan Ugoran Prasad. Sesuai judulnya, buku kumpulan cerpen tersebut berisi kisah-kisah horor, yang dimaksudkan sebagai penghormatan atas penulis novel horor Abdullah Harahap.
Sebagai pertunjukan sandiwara panggung, 'Goyang Penasaran' pertama kali dipentaskan oleh Teater Garasi di studio mereka di Yogyakarta, 14-16 Desember 2011. Pentas di Salihara nanti merupakan bagian dari hajatan Forum Seniman Perempuan Salihara Menjunjung Ibu Bumi yang digelar sepanjang April-Mei 2012.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara di sisi lain ada Solihin, pemuda perlente yang kemudian jadi lurah yang tergila-gila padanya. 'Goyang Penasaran' mengolah cerita hantu untuk mempersoalkan cara pandang masyarakat terhadap tubuh, seksualitas, agama dan kekerasan di Indonesia beberapa waktu belakangan.
(mmu/mmu)











































