ADVERTISEMENT

Upacara Pemakaman Ratu Elizabeth II Diramalkan Pecahkan Rekor TV Inggris

Tim detikcom - detikHot
Jumat, 09 Sep 2022 17:03 WIB
LONDON, ENGLAND - MAY 17: Queen Elizabeth II arrives to mark the completion of Londons Crossrail project at Paddington Station on May 17, 2022 in London, England. (Photo by Andrew Matthews - WPA Pool/Getty Images)
Foto: Getty Images/WPA Pool
Jakarta -

Ratu Elizabeth II meninggal di usia 96 tahun. Semasa hidupnya, Sang Ratu menjadi salah satu pemimpin dunia dengan takhta terlama. Posisi tersebut akan diberikan kepada Pangeran Charles yang kini menjadi Raja Charles III. Upacara naik takhta Raja Charles III akan disiarkan secara langsung di stasiun televisi Inggris.

Diramalkan siaran upacara naik takhta Raja Charles III akan jadi acara televisi yang paling banyak disaksikan sepanjang sejarah. Hal itu secara otomatis juga akan menjadi siaran televisi paling bersejarah dalam sejarah monarki Inggris.

Namun sebelum acara itu, masih ada tayangan siaran langsung pemakaman Ratu Elizabeth II. Tayangan itu juga sudah diprediksi akan memecahkan rekor penonton di Inggris.

Rekor itu tentu saja tidak hanya dari jumlah penonton di Inggris, tapi dari seluruh dunia. Belum lagi akan ada banyak media dan stasiun televisi yang melakukan siaran langsung dari lokasi.

Saat ini, televisi di Inggris fokus pada pemberitaan kematian Ratu Elizabeth II. Deadline melaporkan, logo BBC sudah diganti dari merah jadi hitam. Semua pegawai pun diwajibkan mengenakan pakaian hitam untuk menghormati suasana berkabung.

Persiapan pemakaman sendiri akan memakan waktu sekitar satu minggu. Upacara itu akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan. Saat ini, Inggris sedang melaksanakan Operation London Bridge. Baru setelah pemakaman nanti, acara naik takhta Raja Charles III akan dilakukan di Buckingham Palace.

Memang sepeninggal Ratu Elizabeth II, Charles menjadi raja Inggris dengan gelar Raja Charles III. Takhta pun langsung diserahkan pada Charles tanpa upacara. Namun, akan tetap ada sejumlah tahapan tradisi yang harus dilalui untuk secara resmi dinobatkan menjadi raja.

Akun media sosial Kerajaan Inggris juga secara langsung menyebut Charles sebagai raja dan Camilla sebagai queen consort atau permaisuri. Dengan itu, gelar Pangeran William dan Kate Middleton pun ikut berubah.

Sebelumnya, Pangeran William mendapatkan gelar Duke of Cambridge, sedangkan Kate Middleton mendapatkan gelar Ducchess of Cambridge. Setelah Charles menjadi raja, William dan Kate pun berganti gelar.

Sebelumnya, keduanya dikenal sebagai Duke dan Duchess of Cambridge. Sebagai putra sulung Charles, ia mewarisi gelar Duke dan akan ditugaskan mengawasi tanah Cornwall.

Sehingga, Pangeran William kini mendapatkan gelar Duke of Cornwall and Cambridge, sementara Kate Middleton akan mendapatkan gelar Duchess of Cornwall and Cambridge. Pada tahap tertentu, mereka juga akan dikenal sebagai Pangeran dan Putri Wales tetapi gelar tersebut tidak diberikan secara otomatis.

Pangeran William juga mewarisi gelar Skotlandia Duke of Rothesay, Earl of Carrick, Baron of Renfrew, Lord of the Isles, dan Prince and Great Steward of Scotland.

Duchess of Cornwall and Cambridge yang baru nantinya juga akan dikenal sebagai Putri Wales. Kate Middleton akan menjadi orang pertama yang menggunakan gelar tersebut sejak mendiang ibu mertuanya, Diana, yang dikenal sebagai Putri Wales.

Di sisi lain, Camilla, yang saat ini secara resmi menjadi Permaisuri, sebelumnya tidak menggunakan gelar Putri Wales. Hal tersebut dilakukan untuk menghormati sentimen publik.

Pangeran George, Putri Charlotte, dan Pangeran Louis saat ini juga resmi berubah gelarnya menjadi Pangeran dan Putri Cornwall dan Cambridge. Mereka nantinya juga akan menggunakan sebutan 'Wales'.

(aay/mau)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT