ADVERTISEMENT

F4 Thailand Episode 1: Pembuka yang Memuaskan

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Minggu, 19 Des 2021 21:04 WIB
F4 Thailand
(Foto: dok. GMMTV) F4 Thailand episode 1 jadi awal yang memuaskan.
Jakarta -

Thailand lewat GMMTV, konglomerat media televisi dan hiburan di Bangkok, menghidupkan kembali manga Hana Yori Dango karya Yoko Kamio ke layar kaca. Episode perdana serial yang diberi judul F4 Thailand: Boys Over Flowers ini sudah tayang pada Sabtu (18/12/2021) malam. Buat mereka yang sudah nonton Meteor Garden, live action Jepang Hana Yori Dango, atau Boys Over Flowers versi Korea, tentunya sudah familer dengan cerita ini.

SMA Köcher di Bangkok adalah sekolah menengah yang isinya anak-anak orang kaya. Dari gadget sampai aksesori mereka, semua barang-barang mahal. Anak-anak ini seolah punya segalanya kecuali akhlak dan budi pekerti. Mereka adalah siswa dan siswi terburuk yang pernah digambarkan dan yang bisa kamu bayangkan dalam serial TV. Sekolah ini dikuasai oleh empat cowok yang menamai diri mereka F4.

Kata 'dikuasai' memang paling tepat karena tidak hanya F4 menyetir semua tindakan buruk yang dilakukan oleh para murid, posisi mereka yang kuat (orang tuanya merupakan donatur yayasan sekolah) membuat F4 bebas bertindak semena-mena terhadap siapapun termasuk guru-guru di sana. Jadilah mereka ke sekolah tidak pakai seragam, melainkan busana-busana bermerk yang baru dilihat saja sudah gerah karena terlalu tebal untuk cuaca tropis.

Di sebuah pagi yang biasa-biasa saja, Gorya (Tu Tontawan) disapa oleh Hana yang baru pindah dari Amerika. Dari pertemuan itu penonton diberitahu budaya mengerikan di SMA Köcher yang melibatkan F4. Gorya bilang budaya bully di sekolah ini sangat parah. Tampilan luarnya yang mewah dan bikin semua orang bermimpi buat masuk ke SMA Köcher hanyalah topeng tebal yang menutupi kebusukan dan bobrok siswa-siswi yang ada di dalamnya. Gorya adalah anak orang miskin yang masuk ke sana karena beasiswa. Dia tidak punya barang bermerk apapun seperti anak-anak lain. Dia bersumpah dia tidak akan bikin masalah di sekolah ini (termasuk mengkonfrontasi F4) sampai dia lulus.

Tapi tentu saja itu tidak terjadi.

Ketika Hana dipaksa untuk menjilat sepatu Thyme (Bright Vachirawit) oleh seisi kantin karena menjatuhkan mie goreng ke sepatu mahal berkilau itu, Gorya menahan amarah sampai gemetar. Tapi dia bukan orang yang bisa diam saja melihat penindasan. Gorya, meski namanya berarti rumput yang notabenenya hampir selalu diinjak di dunia nyata, masih punya akhlak dan membela mereka yang mengalami perundungan. Karena membela Hana, Gorya pun jadi sasaran bully satu sekolah usai dirinya menerima kartu merah dari F4.

Dengan banyaknya adaptasi layar kaca yang sudah diproduksi buat Hana Yori Dango, penonton serial Taiwan, Jepang, China, dan Korea dari masa ke masa sudah hapal di luar kepala dengan ceritanya. Versi Thailand ini berangkat dengan ide cerita yang sama namun dikemas agar tetap relevan dengan masa kini.

Sutradara Patha Thongpan membuka episode F4 Thailand: Boys Over Flowers dengan monolog dari Thyme sang pemeran utama pria. Thyme mengisyaratkan bahwa cerita yang kita saksikan ini sudah berlalu. Ketika dia mengucapkan kalimat-kalimat dalam monolog itu, dia sudah bukan lagi sosok jahat nan egois dengan hobinya membantai siapa saja yang mengganggunya. Monolog ini sudah otomatis membuat penonton yakin bahwa dalam 15 episode mendatang akan ada perkembangan karakter Thyme jadi orang yang lebih baik, sehingga diharapkan penonton tidak akan terlalu membenci cowok ini (sebenarnya dengan atau tanpa monolog itu pun sebenarnya memang perkembangan karakter ini akan terjadi).

Hanya saja Bright Vachirawit menghidupkan karakter Thyme menjadi sosok yang sangat intimidatif dan mengerikan. Senyum di wajah Thyme saat mem-bully sasarannya membuat penonton jadi semakin kesal dan susah untuk tidak membencinya di episode ini. Di sisi lain, Tu Tontawan memerankan Gorya dengan sangat cemerlang. Amarah dan dendam yang dia pendam/tidak bisa dia salurkan (kecuali dengan berteriak dari atap gedung sekolah) dapat diperlihatkan dengan baik oleh Tu meski ini adalah debutnya di layar kaca. Di sisi lain saat Gorya berada dalam situasi emosional ketika bersama keluarganya, Tu berhasil menarik penonton buat masuk ke dalam perasaan-perasaan yang berkecamuk antara ingin keluar dari sekolah atau mengikuti keinginan orang tuanya demi memperbaiki hidup.

Yang tidak bisa dikesampingkan dari F4 Thailand: Boys Over Flowers adalah para pemeran pendukungnya. Dew Jirawat sebagai Ren (Hua Ze Lei/Yoon Ji Hoo di versi terdahulu) menjanjikan chemistry yang hangat dan tak kalah manis dengan Gorya. Lirikan mata dan perhatian Ren ke Gorya di episode ini merupakan satu-satunya hal membahagiakan di luar skenario SMA Köcher yang mengerikan. Penyuka 2nd male lead tersakiti bakal langsung nge-tweet #StanRen sehabis menyaksikan episode ini. Cerita buat member F4 yang lain yaitu Kavin (Win Metawin) dan MJ (Nani Hirunkit) masih belum terlalu banyak dieksplor, hanya sekilas backstory soal kepribadian dua orang ini yang doyan party dan main perempuan serta kekayaan mereka.

Kemunculan Cindy Bishop (Rossarin) sebagai ibu Thyme adalah salah satu momen yang bikin gemetar. Adegan di meja makan bikin takut melanjutkan mengunyah cemilan, karena kalau belepotan, dia akan langsung meledak dan marah. Di sini kita pun jadi semakin paham kenapa Thyme punya tingkah begajulan di sekolah karena ketika di depan ibunya, dia sama halnya dengan anak-anak yang dia bully di SMA Köcher.

Deretan pemeran pendukung yang juga patut diberi applause adalah anggota keluarga Gorya. Kontras dengan meja makan di rumah Thyme yang ketika mengunyah saja bisa bikin stres, meja makan di rumah Gorya lebih kecil dan lebih hidup meski mereka harus makan makanan murah karena uangnya dipakai buat biaya sekolah Gorya. Menyaksikan semua momen Gorya dengan keluarganya seperti menerima pelukan hangat yang menenangkan. Keluarga kecil ini menjanjikan bahwa ke mana pun Gorya melangkah dan sekejam apapun perlakuan Thyme di sekolah nantinya, dia tetap punya tempat untuk pulang.

Meski Hana Yori Dango sudah diadaptasi berkali-kali, ceritanya tetap bisa dibuat relevan dengan kehidupan sekarang. Ada satu dialog dari ayah Gorya yang benar-benar cocok dengan kondisi di Indonesia baru-baru ini: "Di negara ini saat ini, status keuangan adalah segalanya."



Simak Video "Pemeran F4 Thailand Bakal Gelar Konser di Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(aay/pus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT