Gorya Jadi Karakter Cewek Kuat di F4 Thailand: Boys Over Flowers

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Jumat, 17 Des 2021 08:07 WIB
Tu Tontawan, pemeran F4 Thailand
(Foto: dok. Instagram @tontawan) Dari Tsukushi Makino ke Gorya. Karakter perempuan utama di Hana Yori Dango ini selalu digambarkan sebagai cewek kuat.
Jakarta -

Hana Yori Dango sejak awal menghadirkan sosok pemeran utama perempuan yang kuat bernama Tsukushi Makino. Sosok ini kemudian diadaptasi ke berbagai versi dengan berbagai nama seperti Shan Chai (Taiwan), Geum Jan Di (Korea), hingga Gorya (Thailand).

Pemeran utama perempuan dalam drama tak melulu mellow dan lemah. Sosok Tsukushi yang ditulis oleh Yoko Kamio dalam manga membuktikan itu. Dia hadir sebagai perempuan kuat yang berani melawan penindasan F4 dan ketidakadilan yang dilakukan oleh F4. Dia datang dari keluarga miskin, orang tuanya berjuang agar dia bisa masuk ke sekolah kalangan atas yang bergengsi. Tapi Tsukushi tak menerima semuanya begitu saja dan harus berjuang juga untuk mempertahankan harga dirinya.

Kita melihat sosok perempuan kuat itu juga pada Shan Chai dan Geum Jan Di di adaptasi Hana Yori Dango sebelumnya. Shan Chai dan Geum Jan Di mendeklarasikan perang dengan berani di hadapan member F4, meski itu artinya seluruh sekolah akan membencinya dan dia akan jadi sasaran bully semua orang.

Energi yang sama dihadirkan Tu Tontawan sebagai pemeran Gorya dalam adaptasi Thailand dari Hana Yori Dango. Dalam sebuah video wawancara, Tu Tontawan mengaku bahwa memerankan Gorya memberikan energi positif buat dirinya.

"Gorya membantu meningkatkan kepercayaan diriku buat menghadapi masalah-masalah," kata Tu yang akan debut sebagai aktris lewat F4 Thailand: Boys Over Flowers.

F4 ThailandPoster perkenalan Gorya di F4 Thailand Foto: dok. GMMTV

Tu membuktikan kata-katanya tersebut. Sejak awal dirinya diperkenalkan sebagai pemeran Gorya, tak sedikit komentar negatif dia terima di media sosial. Sempat ramai Tu Tontawan jadi korban body shaming netizen, karena dinilai sebagai cewek dengan 'dada rata'. Dia pun pernah dituding sebagai transgender.

Tu pun membela diri dan tidak terima. Dia membalas komentar negatif tersebut dengan tegas dan menyebut bahwa di tahun 2021 ini orang-orang seharusnya sudah berpikiran terbuka soal transgender dan menyuarakan soal body positivity.

"Inilah yang aku maksud ketika aku bilang pendidikan itu penting. Apa yang salah dengan jadi transgender? Halo! Ini 2021! Buat siapa pun yang menjalani hari yang berat karena body shaming, jangan pernah malu atas dirimu sendiri. Kamu adalah sosok yang cantik," tulisnya di Instagram kala itu.

Tu dan Gorya punya kesamaan dalam hal konfrontasi terhadap masalah. Namun, Tu mengakui bahwa memerankan Gorya memberinya energi untuk melawan.

"Menurutku, Gorya di versi ini berusaha mengatasi banyak masalah dengan pendekatan yang lebih kekinian. Gorya adalah sosok yang kuat. Maksudku, versi lain dari karakter ini juga kuat, tapi versiku ini kuat dengan caranya sendiri. Dia nggak takut pada konfrontasi. Dia siap untuk melawan sesuatu yang menurutnya salah," jelas Tu soal karakternya.

Di kehidupan nyata, Tu Tontawan adalah sosok yang optimis dalam menjalani hidup. Dia juga sebenarnya ogah terlalu lama memikirkan sesuatu. Di situlah perbedaan dirinya dengan Gorya.

F4 ThailandTu dan Bright saat workshop F4 Thailand Foto: dok. GMMTV

"Aku sendiri memandang diriku sebagai seseorang yang optimis, tapi kadang-kadang mungkin aku juga menerima semua begitu saja dan berpikir, 'oh semua akan baik-baik saja jadi mari lupakan'. Gorya bukan orang yang seperti itu. Kata-kata 'lupain saja' nggak ada di dalam kamusnya. Ketika dia menghadapi sesuatu, dia sudah siap untuk melawan," tutupnya.

Akting Tu Tontawan sebagai Gorya akan bisa kita saksikan di F4 Thailand: Boys Over Flowers mulai 18 Desember 2021.

(aay/mau)